Pada masa itu, Marissa menjadi salah satu bintang film papan atas Indonesia dengan sejumlah film box office. Ia banyak tampil dalam film-film drama romantis yang sangat digemari oleh penonton.
Tidak hanya sebagai pemain, Marissa juga memiliki peran besar di dunia film Indonesia dengan menjadi seorang produser. Dua film yang diperankan sekaligus diproduseri oleh Marissa adalah Sepondok Dua Cinta pada tahun 1990 dan Yang Terindah pada tahun 1991.
Selain itu, pada tahun 1992, Marissa juga pernah menjadi bintang iklan sekaligus brand ambassador Suzuki Esteem. Pada momen itu sosok Marissa dinilai cocok untuk merepresentasikan wanita Indonesia yang ideal pada masanya. Bahkan, saat itu, Suzuki Esteem meluncurkan variasi edisi Marissa Haque bernama MH Edition.
Varian spesial itu memiliki perbedaan yang cukup mencolok dengan varian standar. Beberapa bagian mobil seperti adanya stiker tambahan MH Edition, spoiler kecil seperti pada tipe GT, serta foglamp. Selain itu, beberapa tahun kemudian, Suzuki juga kembali mengeluarkan mobil tipe Esteem MH Sporty dengan berbagai aksesoris berlogo Marissa Haque.
Meski sukses besar di dunia hiburan, Marissa memilih untuk tidak selamanya menetap di sana. Pada akhir 1990-an, ia mulai mengurangi aktivitasnya di dunia akting dan mulai fokus pada bidang lain, termasuk pendidikan dan politik.
Karier Politik Marissa Haque
Setelah meraih kesuksesan di dunia hiburan, Marissa memutuskan untuk terjun ke dunia politik. Keputusan ini didasarkan pada keinginannya untuk berkontribusi lebih besar bagi masyarakat dan memanfaatkan platform publik yang dimilikinya untuk memperjuangkan hal-hal yang menurutnya penting, seperti pendidikan dan lingkungan.
Karier politik Marissa dimulai ketika ia bergabung dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Pada tahun 2004, Marissa terpilih menjadi anggota DPR untuk daerah pemilihan Jawa Barat II, meliputi Kabupaten Bandung.
Sebagai anggota dewan, Marissa aktif dalam memperjuangkan isu-isu yang terkait dengan perempuan, pendidikan, dan lingkungan. Selain itu, sebagai apresiasi terhadap perjuangan Marissa di bidang lingkungan, ia terpilih menjadi Duta Badak oleh WWF pada Juli tahun 2006. Saat itu, Marissa masih menjabat sebagai anggota Komisi IV.



