Namun, ia sempat dicalonkan sebagai kepala daerah Banten pada tahun 2006 sebagai calon wakil gubernur mendampingi Zulkieflimansyah. Mereka dicalonkan oleh partai Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Sarikat Indonesia (PSI). Sejak saat itulah Marissa kemudian diminta mundur oleh Sekjen PDIP, Pramono Anung.
Kabar buruknya, Marissa tidak berhasil memenangkan pemilu tersebut. Sehingga membuatnya kehilangan kursi di DPR. Meskipun begitu, Marissa tetap aktif dalam kegiatan politik dan terus memperjuangkan isu-isu yang menjadi fokus utamanya.
Setelah kalah pada pemilu Banten tahun 2006, Marissa menggugat mendagri, KPUD Banten, Panwasda, dan DPRD Banten karena menilai bahwa penetapan Ratu Atut Chosiyah sebagai gubernur terpilih merupakan cacat hukum. Marissa meminta pengadilan untuk membatalkan hasil pemilihan.
Namun, dalam gugatan tersebut, Marissa justru digugat balik oleh Universitas Borobudur karena dianggap menyebarluaskan berita dan menuding mereka mengeluarkan ijazah palsu. Akhirnya pada bulan November tahun 2008, Marissa kalah dan diputuskan bersalah sehingga harus membayar Rp500 juta.
Marissa Haque memilih untuk gabung dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pada 7 Oktober tahun 2007. Marissa tidak gabung sendirian, sang suami, Ikang Fawzi juga ikut bergabung ke PPP pada saat partai ini mengadakan acara Nuzulul Quran di kantor DPP PPP Jakarta.
Selanjutnya, pada 4 Oktober 2012, Marissa resmi bergabung dengan Partai Amanat Nasional (PAN). Diketahui, kepindahan Marissa ke PAN disebabkan oleh alasan yang prinsipal. Meski begitu, Marissa tetap teguh pada komitmennya untuk memperjuangkan hak-hak perempuan, lingkungan, dan pendidikan.
Marissa adalah sosok perempuan yang menghabiskan hidupnya untuk berjuang di isu-isu lingkungan dan juga pendidikan. Ia juga menjadi seorang pengajar di Indonesia Banking School (STIE IBS) Jakarta dan terus menghabiskan masa hidupnya untuk berbagi ilmu di sana.
Meninggalnya Marissa Haque
Marissa Haque menghembuskan nafas terakhirnya pada 2 Oktober tahun 2024 pukul 00:43 WIB. Kepergiannya meninggalkan duka yang sangat mendalam bagi keluarga, sahabat, dan tentu penggemarnya. Sang adik mengatakan jika Marissa tidak menunjukkan tanda-tanda apapun sebelum meninggal dunia.



