- Pionir program Morowali Sejahtera, berhasil meningkatkan warga kuliah dari 700 menjadi 3,400san dan berhasil meningkatkan IPM Morowali melonjak signifikan dari IPM 65,2 persen tahun 2007 meningkat menjadi 70,3 persen tahun 2018.
- Berhasil meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat. Berhasil meningkatkan kesehatan masyarakat pada tahun 2007-2017 secara konsisten dengan capaian 75 persen.
- Berhasil menjamin kebutuhan dasar masyarakat dengan membentuk badan penyelenggara jaminan sosial daerah dengan jaminan pengobatan gratis dan gerakan selamatkan ibu Hamil.
- Pionir membangun jembatan penghubung antar pulau, bandara udara Morowali Maleo, pelabuhan laut kapasitas 100 ton dan jalan aspal 1000 kilometer untuk komoditas petani.
- Dalam mendukung dan meningkatkan hasil produksi pertanian, Anwar Hafid memberikan 500 hand traktor kepada petani. Dan program anggaran Rp, 10 miliyar pertahun dalam rangka peningkatan hasik produksi pertanian.
- Berhasil membangun mentak pegawai dengan konsep Morowali berjamaah dan Morowali mengaji bagi pegawai Muslim.
- Penggagas Kawasan Industri Morowali, peningkatan ekonomi makro melalui program investasi sehingga lapangan kerja terbuka lebar. Pertumbuhan ekonomi Morowali saat itu rata-rata sebesar 7-8 persen pertahun, prosentase penduduk miskin menurun dari 12 persen menjadi 9 persen, tingkat pengangguran terbuka (TPT) rata-rata sekitar 4-5 persen dengan trend menurun jauh.
- Berhasil realisasikan program Aladin (atap lantai dinding) dan berhasil membangun rumah layak huni.
BACA JUGA:
Sementara untuk maju sebagai calon Gubernur Anwar Hafid yang didampingi calon wakil Gubernur seorang wanita berpengalaman dibirokrasi pemerintahan dan berprestasi dibidang kesehatan yakni dr.Reny A Lamadjido, M.Kes putri mediang Gubernur ke 7 Sulteng (Alfatiha) H.Abdul Azis Lamadjido.
Pasangan dengan tagline BERANI (BERSAMA ANWAR – RENI/Y) ini menawarkan 9 program unggulan yakni :
- BERANI CERDAS
Berani Cerdas ini dapat dijelaskan Anak Miskin Bisa Sekolah (Sulteng NAMBASO), dan bisa kuliah gratis dimana pemerintah daerah yang akan tanggung biaya pendidikannya. Yang tak kalah menariknya Beasiswa bagi guru yang hendak kuliah baik dalam negeri maupun ke luar negeri. Kemudian revolusi Millenial – Gen Z Siap Kerja dan Revitalisasi Infrastruktur pendidikan.




