Skrol untuk membaca pos

Cerita Warga Morowali yang Terima Manfaat dari Program Sekolah Gratis Anwar Hafid

Muh. Rifai
A-AA+A++

Program NAMBASO (Anak Miskin Bisa Sekolah) di Sulawesi Tengah yang bertujuan agar anak-anak kurang mampu dapat bersekolah yang digagas oleh pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah 2024, Anwar Hafid dan Reny Lamadjido, bukan hanya cerita belaka.

Program ini sudah dijalankan Anwar Hafid sejak dia menjabat bupati Morowali pada tahun 2007 hingga 2018.

Jika nanti mereka terpilih jadi gubernur dan wakil gubernur, program sekolah gratis ini akan diberlakukan di seluruh Sulawesi Tengah.

Deden Jaslim, warga Morowali, menceritakan pengalaman pribadinya dengan sistem pendidikan gratis pada masa pemerintahan Anwar Hafid.

“Memang sejak tahun 2007, saat saya kelas 4 SD, pendidikan bagi warga Morowali digratiskan. Bahkan saya mendapat beasiswa dari Pemda Morowali untuk pendidikan perguruan tinggi pada tahun 2016 hingga 2017, sedangkan Pak Anwar Hafid menjabat sebagai Bupati,” kata Deden Jasmin menceritakan.

Warga asal Morowali ini mengungkapkan, rasa syukur dan kepuasannya terhadap program pendidikan gratis tersebut.

“Kami sangat berterima kasih atas inisiatif pendidikan gratis yang dicanangkan Bupati Anwar Hafid,” tegasnya.

Sementara itu, Anwar Hafid dalam setiap pidatonya di 15 titik tempat dia deklarasi, selalu menegaskan kembali sembilan program mereka dan Reny Lamadjido itu jika terpilih nanti untuk masa jabatan 2024-2029.

“Salah satu program unggulan yang diusung oleh pasangan yang bertagline BERANI ini adalah pendidikan gratis, yang mendorong pilihan cerdas. Bagi lulusan SMA di Sulawesi Tengah, hanya ada dua pilihan. Kalau mereka mau kerja, disiapkan tempat pelatihan. Kalau mau kuliah, biaya ditanggung pemerintah daerah,” tegas Anwar Hafid.

Ia menyoroti perlunya keterlibatan negara dalam pendanaan pendidikan, dengan menyatakan bahwa pemerintah harus menanggung biaya pendidikan. Hal ini semakin diperkuat dengan Undang-Undang Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003 yang mengamanatkan pemerintah pusat dan daerah mengalokasikan 20 persen anggarannya untuk pendidikan.

Berita Terkait

Berita Terbaru

Gubernur Anwar Hafid Sebut TMMD Buka Masa Depan Umbele

Pembangunan jalan desa sepanjang 4 kilometer melalui program...

Tagihan Pascaoperasi Mata Siswi Asal Morut Rp42 Juta Ditanggung Pemprov

Kabar baik datang untuk keluarga A, siswi kelas...

MK Tegaskan Pengaduan Penghinaan Presiden Hanya Bisa Diajukan Presiden dan Wapres

Mahkamah Konstitusi (MK) memperjelas aturan pidana penghinaan Presiden...

MK Tolak Uji Syarat Pendidikan Calon Anggota DPR

Mahkamah Konstitusi (MK) menyatakan permohonan pengujian Undang-Undang Nomor...