Anwar Hafid menegaskan, jika apa yang diprogramkan tidak terlaksana setelah terpilih, mereka siap untuk diminta mundur oleh masyarakat.
“Nanti ada itu visi-misi yang akan dibawa oleh para relawan masuk di rumah rumah. Silahkan bapak ibu baca dengan baik, silakan simpan dengan baik kontrak politik kami dengan ibu dokter. Kalau yang kami sebut itu atau yang kami tulis itu tidak kami lakukan setelah menjabat gubernur, teriaki kami. Silahkan demo kami suruh kami berhenti,” tegasnya.
Anggota DPR RI yang juga Ketua DPD Partai Demokrat Sulteng ini berpesan kepada masyarakat, untuk menghindari politik fitnah, uang dan indentitas.
“Jangan jelekan calon lain. Hindari politik identitas. Ada biasa orang mengatakan jangan pilih ini karena tidak satu agama, jangan pilih ini karena kita tidak satu suku. Jangan kembangkan itu, karena seorang pemimpin ketika diangkat menjadi pemimpin, dia adalah pemimpin seluruh rakyat,” pungkasnya.
Acara ini turut dimeriahkan artis ibu kota seperti, Siti Badriah, Septi KDI, dan Band lokal Palu The Mozka serta influencer-influencer Kota Palu lainnya.
Ribuan masyarakat se-Kecamatan Sausu bersemangat mengadiri acara deklarasi pasangan yang bertagline BERANI itu, meskipun hujan deras terus mengguyur.
Diketahui, saat ini Anwar Hafid dan Reny lamadjido telah memiliki dukungan 14 kursi yang terdiri dari, Partai Demokrat 8 kursi, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) 5 kursi dan Partai Bulan Bintang (PBB) 1 kursi, sehingga sudah melampaui dari yang dipersyaratkan KPU 11 kursi atau 20 persen dari 55 kursi DPRD Sulawesi Tengah.
Berikut ini 9 Program Anwar Hafid dan Reny Lamadjido jika terpilih menjadi Gubernur Sulawesi Tengah:
Pertama, BERANI Cerdas. Sebuah program yang bertujuan untuk memberdayakan Sulawesi Tengah, bersama Anwar dan Reny, melalui pendidikan. Program ini diberi nama NAMBASO (Anak Miskin Bisa Sekolah) yang berfokus pada pemberian kesempatan kepada anak-anak kurang atau tidak mampu untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Dijelaskan Anwar, setelah anak-anak ini menyelesaikan sekolah menengah atas, mereka hanya mempunyai dua pilihan, yaitu, melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, dengan biaya sekolah ditanggung oleh pemerintah, atau diberi pekerjaan untuk memastikan mereka tidak menganggur.




