Pembunuhan brutal Vina, putri remaja yang ditemukan tewas di kawasan terpencil di Bandung, Jawa Barat saat ini tengah menjadi sorotan publik. Kronologis kematiannya sangat mengerikan. Dia ditemukan dengan banyak luka tusukan dan tanda-tanda kekerasan seksual.
Seiring dengan berlanjutnya penyelidikan polisi, semakin banyak bukti dan tersangka yang terungkap. Dan salah satu nama yang belakangan disebutkan adalah PS alias Perong.
PS alias Perong alias Robi Irawan ini ditetapkan sebagai salah satu pelaku pembunuhan Vina. Dia termasuk di antara delapan tersangka lainnya yang telah dinyatakan bersalah oleh pengadilan. Dalam siaran persnya baru-baru ini, Polda Jabar memaparkan daftar bukti-bukti yang membuktikan keterlibatan PS alias Perong dalam aksi keji tersebut.
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Jules Abast mengatakan, berdasarkan keterangan Saksi, PS alias Perong merupakan sosok yang diketahui di sekitar lokasi ditemukannya jenazah Vina. Ia sering terlihat berkumpul bersama teman-temannya di depan sekolah setempat dan di belakang sekolah lain.
“Pada malam pembunuhan itu, ia terlihat melempar benda dan mengejar Vina dan temannya yang sedang mengendarai sepeda motor”, ujarnya Minggu, 26 Mei 2024.
Penyelidikan lebih lanjut juga mengungkap bahwa PS alias Perong menggunakan identitas palsu untuk menghindari penangkapan. Ia tinggal dengan nama Robi Irawan sejak 2016 dan bahkan pernah menyewa kamar di Katapang, Bandung. Identitas palsu ini diberikan kepadanya oleh pamannya yang mengaku sebagai ayahnya. Selain itu, PS alias Perong juga memiliki dua akun Facebook – Pegi Setiawan dan Robi Irawan – yang digunakan untuk menyembunyikan identitas aslinya.
Barang bukti yang ditemukan di rumah orang tua PS alias Perong semakin menambah keterlibatannya dalam pembunuhan Vina. Di antara barang-barang yang disita adalah dua STNK, satu akta kelahiran, transkrip sekolah dan ijazah, satu kartu keluarga, dan bahkan Kartu Indonesia Pintar (KIP) – kartu beasiswa yang dikeluarkan pemerintah. Semua dokumen ini milik PS alias Perong namun menggunakan nama yang berbeda, semakin membuktikan upayanya untuk menyembunyikan identitas aslinya.
Polisi juga kata Abast, menemukan dua kotak berisi smartphone dan Samsung Galaxy A05 – keduanya milik PS alias Perong. Dari penemuan terungkap bahwa telepon tersebut digunakan untuk berkomunikasi dengan tersangka lain dan merencanakan pembunuhan terhadap Vina.




