IKLAN-2027-DPRD

FGD, Bahas Investasi Kakao dan Kopi Berkelanjutan di Sigi

Muh. Rifai
A-AA+A++

Sementara itu, Kepala Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balittri) Kementerian Pertanian RI Dr. Teddy Dirhamsyah, menyampaikan bahwa pihaknya siap memberikan dukungan teknis dan penelitian untuk pengembangan tanaman kakao dan kopi di Kabupaten Sigi.

“Kami siap memberikan dukungan teknis dan vpenelitian untuk pengembangan tanaman kakao dan kopi di Kabupaten Sigi. Kami berharap melalui kegiatan FGD ini, kami dapat bersama-sama menciptakan solusi yang terbaik untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas kakao dan kopi di daerah ini,” ujarnya.




Sementara, Bupati Sigi diwakili Asisten II Bidang Pembangunan dan ekonomi, menyampaikan pentingnya investasi kakao dan kopi berkelanjutan bagi daerahnya.

Menurutnya, investasi tersebut dapat menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerahnya, terutama petani dan kelompok tani.

“Saat ini, produksi kakao dan kopi di Kabupaten Sigi masih sangat rendah. Oleh karena itu, kami perlu meningkatkan kualitas dan produktivitas tanaman kakao dan kopi di daerah kami. Kami berharap melalui kegiatan FGD ini, para petani dan kelompok tani di daerah kami dapat memperoleh informasi dan pengetahuan yang lebih luas mengenai pengembangan tanaman kakao dan kopi yang berkelanjutan,” ujarnya.

Dikegiatan yang sama, Tim Teknis BSIP Sulawesi Tengah, ir Yakob Bunga dan Hamka Biolan, SP, juga menyampaikan pentingnya standar mutu dan keamanan produk kakao dan kopi, sehingga produk yang dihasilkan dapat bersaing di pasar global.

Untuk itu, pihaknya siap memberikan bimbingan teknis dalam hal pengembangan produk turunan kakao dan kopi, serta peningkatan mutu produk.

Kegiatan FGD ini kata dia, juga diharapkan dapat memperkuat kerja sama antara pemerintah, petani, dan kelompok tani dalam mengembangkan sektor perkebunan di Kabupaten Sigi.

“Selain itu, para peserta diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk saling berbagi pengalaman dan pengetahuan, serta membangun jaringan kerja sama yang lebih luas dalam pengembangan perkebunan kakao dan kopi yang berkelanjutan,” ujarnya.

Berita Lainnya

Sulawesi Tengah Jadi Lokasi Proyek AgriCRF-GIZ
5 Efek Negatif Kopi yang Sering Tidak Kita Sadari