Penyebab dan Cara Mengatasi Jerawat Pustula
Jerawat menjadi salah satu musuh terbesar kulit, terutama pada wanita karena dianggap berpengaruh pada penampilan. Tumbuhnya jerawat yang tak diinginkan ini tak pelak menjadi gangguan yang ingin segera dienyahkan dari muka. Terlebih jerawat yang sudah matang, atau yang juga dikenal dengan nama pustula.
Tak jarang kita memencet jerawat bernanah ini agar segera kempes. Namun, hal ini tidak serta-merta menyembuhkan jerawat matang tersebut karena justru berpotensi mendorong bakteri dan nanah lebih dalam ke kulit yang dapat memperparah pembengkakan dan kemerahan. Memencet pustula juga dapat menyebabkan bopeng dan bekas luka yang sulit disembuhkan.
Untuk mengatasi jerawat semacam ini, kita perlu memahami akar permasalahan pada kulit kita karena pustula ternyata dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Pada ulasan berikut, kita akan membahas tentang jerawat pustula, penyebab dan cara mengatasinya lebih lanjut.
Mengenal Jerawat Pustula
Secara umum, pustula adalah jerawat atau benjolan kecil pada kulit yang berisi nanah. Tak hanya jerawat, ternyata pustula juga dapat disebabkan oleh penyakit cacar.
Munculnya pustula diawali dengan adanya semacam infeksi dalam tubuh yang berusaha dilawan oleh sel darah putih. Hal tersebut mengakibatkan bercampurnya cairan yang terinfeksi dengan sel darah putih mati yang kemudian disebut nanah.
Nanah yang menumpuk menumpuk di bawah kulit atau di dalam pori-pori akhirnya memicu tumbuhnya pustula.
Gejala Pustula
Pustula berbentuk benjolan kecil berwarna merah dengan bagian tengah berwarna putih atau kekuningan. Pustula bisa jadi terasa lembut atau bahkan sakit saat disentuh.
Tak hanya di wajah, benjolan ini juga dapat muncul di bagian tubuh mana pun, seperti: leher, kepala, punggung, dada atas, pantat, selangkangan dan daerah intim, serta tangan dan kaki.
Sebetulnya, pustula bukan kondisi kesehatan yang berbahaya. Namun, ada beberapa yang menjadi pertanda infeksi kulit yang cukup serius. Gejalanya meliputi: kemerahan, pembengkakan, rasa sakit, dan demam.
Penyebab dan Cara Mengatasi Jerawat Pustula
Penyebab Jerawat Pustula
Ada beberapa kondisi yang dapat menyebabkan pustula pada kulit kita. Yang pertama adalah jerawat. Kondisi kulit yang sangat umum ini dapat menyebabkan pustula yang lebih besar dari jerawat biasa. Jerawat pustula terjadi ketika salah satu pori-pori di kulit teriritasi hingga mengakibatkan lapisan dinding kulit pecah.
Yang kedua adalah psoriasis. Psoriasis adalah kondisi kulit yang ditandai dengan bercak merah, gatal, serta kulit bersisik. Psoriasis dapat menimbulkan pustula karena dipicu oleh beberapa faktor, seperti infeksi, stres, alergi bahan kimia maupun obat-obatan tertentu.
Selain itu, rosacea juga dapat menjadi pemicu timbulnya pustula. Kondisi kulit ini umumnya hanya membuat kulit di wajah menjadi merah dan menimbulkan jerawat biasa. Tetapi inflamasi rosacea dapat menimbulkan pustula.
Tak melulu jerawat, cacar air juga sering jadi biang keladi timbulnya pustula. Penyakit masa kanak-kanak ini dapat menyebabkan lesi kulit (kerusakan jaringan kulit) yang dapat berubah menjadi pustula seiring perkembangan penyakit.
Pada kasus-kasus tertentu, pustula yang timbul pada kulit menjadi pertanda suatu penyakit autoimun yang dikenal dengan nama IgA pemphigus. Kondisi langka ini membuat sistem kekebalan tubuh menyerang kulit penderita itu sendiri.
Cara mengatasi Jerawat Pustula
Umumnya, pustula akan berangsur hilang dengan sendirinya. Untuk mempercepat penyembuhan, coba lakukan langkah-langkah berikut ini:
Cuci area dengan lembut dengan sabun dua kali sehari. Gunakan sabun cuci muka yang lembut, yaitu tidak mengandung bahan-bahan seperti alkohol, pewarna, maupun pewangi. Gunakan kain bersih untuk mengelap bagian yang berjerawat.
Oleskan obat jerawat yang dapat ditemukan dengan mudah di apotek-apotek terdekat, seperti lotion kalamin, krim kortison, asam salisilat, atau gel benzoil peroksida.
Jauhi produk yang dapat mengiritasi kulit, seperti kosmetik atau tabir surya.
Jangan menyentuh atau memencet pustula. Hal ini dapat memperburuk kondisi dan menyebabkan infeksi atau jaringan parut pada area sekitar jerawat.
Jerawat pustula maupun jerawat-jerawat jenis lain umumnya dapat disembuhkan dengan memperbaiki skin-barrier (bagian terluar kulit yang berfungsi untuk perlindungan), yakni dengan memperhatikan kelembaban kulit dengan baik. Gunakan sabun pencuci muka dan pelembab dengan bahan-bahan yang lembut.
Jika pustula tidak kunjung sembuh dalam beberapa minggu, konsultasikan pada dokter spesialis kulit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Dokter biasanya akan meresepkan antibiotik, produk antijamur, krim steroid, krim asam azelaic atau salisilat, atau Gel Dapson (Aczone).
Untuk menyembuhkan jerawat pustula, perlu diperhatikan faktor penyebabnya. Kulit yang terhidrasi dan ternutrisi menjadi salah satu kunci penyembuhan sekaligus pencegahan timbulnya jerawat jenis ini.
