Sejalan dengan indikator PMI, laju ekspansi sektor manufaktur juga terus menguat. Sektor manufaktur sebagai kontributor utama perekonomian tumbuh sebesar 4,9 persen di 2022, atau naik signifikan dari 3,4 persen di 2021. Tingkat pertumbuhan sektor manufaktur di triwulan IV sebesar 5,6 persen juga jauh melampaui tingkat pertumbuhan secara agregat (5,0 persen). Hal ini mengindikasikan tren perbaikan sektor manufaktur sebagai mesin pertumbuhan perekonomian domestik.
Sejalan dengan ekspansi sektor manufaktur, sektor perdagangan juga tercatat mengalami pertumbuhan lebih tinggi dibandingkan tahun lalu. Sektor perdagangan tumbuh sebesar 6,6 persen di triwulan IV 2022 atau tumbuh sebesar 5,5 persen di 2022. Tingginya aktivitas konsumsi dalam negeri mendorong pertumbuhan perdagangan besar dan perdagangan kendaraan yang masing-masing tumbuh 5,4 persen dan 5,9 persen di 2022.
Selain itu, pola konsumsi dalam penggunaan kanal digital yang melonjak di masa pandemi juga masih meningkat. Berdasarkan data dari Google, Temasek dan Bain, Gross Merchandise Value Indonesia melalui perdagangan elektronik di 2022 tumbuh 22,0 persen.
Pendekatan yang tepat dalam penerapan kebijakan restriksi sosial (PPKM) juga memegang peranan penting dalam perbaikan sektor penunjang pariwisata. Sektor transportasi dan akomodasi merupakan sektor dengan pertumbuhan paling tinggi sepanjang 2022 yaitu masing-masing sebesar 19,9 persen dan 12,0 persen atau tumbuh 17,0 persen dan 13,8 persen di triwulan IV 2022.
Peningkatan aktivitas pariwisata juga tercermin dari meningkatnya jumlah penumpang di seluruh moda transportasi dan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara. Jumlah penumpang angkutan udara mengalami peningkatan sebesar 75,8 persen untuk penumpang domestik dan 1030,9 persen untuk penumpang internasional sepanjang 2022.
Selain itu, kunjungan wisatawan ke Indonesia di 2022 mengalami peningkatan yaitu mencapai 5,5 juta kunjungan atau naik 251,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya.



