Ekonomi Indonesia 2022 Tumbuh 5,3 Persen

Muh. Rifai
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati. Foto: Tangkapan Layar Youtube Kemenkeu
A-AA+A++

Pertumbuhan Ekonomi Sisi Pengeluaran

Konsumsi masyarakat sebagai kontributor terbesar PDB tumbuh kuat. Pertumbuhan konsumsi meningkat tajam dari 2,0 persen (yoy) di tahun 2021 menjadi 4,9 persen (yoy) di 2022. Tingkat inflasi yang relatif terkendali menjadi salah satu faktor penting bagi laju ekspansi konsumsi di sepanjang 2022, termasuk di triwulan IV 2022. Terjaganya daya beli masyarakat juga ditandai oleh perbaikan tingkat kemiskinan nasional yang kembali turun dari 9,7 persen (September 2021) menjadi 9,6 persen (September 2022).




Kinerja ekspor yang kuat juga menopang laju pertumbuhan ekonomi. Pada triwulan IV 2022, ekspor secara riil tumbuh sebesar 14,9 persen (yoy) dan secara tahunan tumbuh 16,3 persen (yoy). Upaya hilirisasi sumber daya alam, terutama mineral, menjadi salah satu sumber utama pendorong kinerja ekspor di 2022. Kinerja positif ekspor memberikan hasil yang baik bagi neraca perdagangan Indonesia secara nominial yang mencatatkan total surplus sepanjang 2022 sebesar US$54,5 miliar, tertinggi dalam sejarah.

Laju investasi secara bertahap juga menguat di 2022. Penanaman Modal Tetap Domestik Bruto (PMTB) tumbuh 3,3 pada triwulan IV 2022 atau 3,9 persen (yoy) secara tahunan (2021 3,8 persen). Minat investor untuk melanjutkan hilirisasi lanjutan ke produk-produk turunan telah mendorong investasi ke arah yang lebih produktif. Hal ini ditunjukkan dengan investasi mesin dan kendaraan yang masing-masing tumbuh 22,4 persen dan 10,3 persen (yoy). Sementara, kontributor investasi terbesar yaitu bangunan tumbuh relatif moderat di tengah tingginya harga bahan bangunan dan masih lesunya penjualan properti, khususnya untuk ruang kantor dan hunian kelas atas.

Pengeluaran konsumsi Pemerintah terkontraksi sebesar 4,5 persen di 2022, sejalan dengan turunnya belanja penanganan pandemi. Belanja negara 2022 dialihkan kepada tantangan-tantangan terkini, termasuk dalam meredam gejolak dinamika perekonomian dunia. Kebutuhan belanja terkait dengan pemberian bantuan sosial kepada kelompok masyarakat berpendapatan rendah dinaikkan. Belanja subsidi dan kompensasi di 2022 tercatat sebesar Rp551 triliun atau naik 192,7 persen dibandingkan tahun lalu.

Pertumbuhan Ekonomi Sisi Produksi

Laju pertumbuhan positif juga tercatat di seluruh sektor lapangan usaha baik di triwulan IV maupun di sepanjang tahun 2022. Sektor-sektor strategis, termasuk manufaktur, pertanian, perdagangan, serta penunjang pariwisata mampu tumbuh kuat di 2022. Hal itu juga tercermin dari realisasi penerimaan perpajakan yang tumbuh sebesar 31,4 persen (yoy) di 2022. Keberlanjutan pemulihan sektor produksi ini juga memberikan dampak positif bagi pembukaan lapangan pekerjaan, sebagaimana ditunjukkan oleh terus turunnya tingkat pengangguran di 2022 yang tercatat sebesar 5,9 persen (2021 6,5 persen).