Skrol untuk membaca pos

Profil Rhoma Irama, Riwayat Hidup, Pendidikan dan Karier

Muh. Rifai
A-AA+A++

Pada tahun 1999, Rhoma Irama juga dikabarkan pernah menikah dengan seorang perempuan asal Solo yang bernama Gita Andini Saputri. Dari pernikahan tersebut, Rhoma memiliki seorang anak bernama Adam Ghifari. Dari semua pernikahan yang dijalaninya, Rhoma rupanya pernah melakukan pernikahan siri dengan seorang artis sinetron Angel Lelga. Ia mengumumkan telah menikah secara agama dengan artis tersebut pada 6 Maret 2003.

Karier di Dunia Hiburan

Karier Musik

Jauh sebelum ia dikenal sebagai sosok pemusik, Rhoma Irama memulai karirnya sebagai seorang bintang film kanak-kanak yaitu Djendral Kantjil sekitar tahun 1958. Namun, Rhoma Irama adalah sosok pria yang gemar sekali bermain musik. Sehingga ia memulai karier musik tersebut sejak usia 11 tahun. Saat itu, ia sudah menjadi seorang penyanyi, gitaris.

Ia mengawali karier musiknya ketika  membentuk sebuah grup Gayhand pada tahun 1963. Ia kemudian berpindah lagi ke grup Orkes Chandra Leka, dan akhirnya membentuk sebuah band sendiri pada Desember tahun. 1970 yang ia beri nama Soneta Group. Bersama dengan Soneta, Rhoma Irama sukses dengan memperoleh 11 Golden Record dari kaset-kasetnya.

Nama Rhoma Irama pun semakin lama semakin melesat. Ia dikenal sebagai orang yang memperkenalkan dan memperluas popularitas musik dangdut yang sering ia sebut sebagai musik irama melayu itu. Rhoma menggabungkan beberapa unsur musik di dalam lagunya seperti Melayu, pop, rock, dan lagu India. Lirik-lirik yang ia ciptakan juga merupakan sebuah lirik yang mengandung pesan agama, percintaan, dan bahkan kritik sosial

Bersama dengan grup Soneta yang ia bentuk, Rhoma Irama tercatat pernah merilis 18 album sepanjang kariernya. Selain itu, banyak sekali lagu-lagu populer yang ia ciptakan dan sampai sekarang masih menjadi salah satu lagu yang populer seantero Nusantara. Beberapa lagu yang hingga kini masih menjadi idola bagi sebagian besar masyarakat Indonesia adalah Begadang (1993), Bujangan (1994, Darah Muda (1995), Mirasantika (1997).

Rhoma Irama bukanlah musisi dan artis yang hanya digemari di dalam negeri. Kariernya sebagai seorang musisi juga dinikmati oleh masyarakat dari negara tetangga seperti Kuala Lumpur, Singapura, dan Brunei. Di sana, ia mendapatkan penggemar yang sama besarnya dengan ketika ia berada di Indonesia. Bahkan, penonton yang datang ke konser Rhoma di negara-negara tersebut pun tidak kalah banyak dari penonton yang datang ke konser Rhoma di Indonesia.