JAKARTA – Ketua Satgas Nasional Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Letjen Suharyanto, menyatakan sapi harus divaksinasi. Ini adalah salah satu cara untuk membatasi penyebaran penyakit mulut dan kuku pada sapi.

Hal tersebut disampaikan Suharyanto yang juga Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Sumbawa di Provinsi Nusa Tenggara Barat, dalam keterangan tertulisanya diterima, Sabtu (29/10).

Kunjungan kerja ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan kesiapsiagaan bencana dengan kearifan lokal kepada masyarakat Sumbawa dan meninjau perkembangan penanganan PMK.

“Yang sehat divaksin semua dan lakukan terus,” ujar Suharyanto setibanya di Sumbawa.

Dia juga menyampaikan apresiasinya untuk daerah di Sumbawa yang tidak ada kasus aktif.

“Area bebas kasus aktif harus dilindungi secara memadai agar tidak terjadi penularan lagi,” kata Suharyanto.

Menurut dia, sapi dari daerah tanpa kasus bisa dibawa ke daerah lain, tapi langsung ke rumah pemotongan hewan.

“Ternak itu bisa dibawa antar kecamatan ataupun ke pulau Lombok dan Bali, tapi langsung ke rumah potong hewan,” jelasnya.