Skrol untuk membaca pos

Mengenal Teknologi Ultra Fast Charging untuk Mobil Listrik

Muh. Rifai
Ultra Fast Charging
Ilustrasi Foto: Pixabay
A-AA+A++

Walaupun memiliki banyak keunggulan dari kendaraan konvensional, mobil listrik butuh waktu pengisian tenaga yang lebih lama. Oleh karena itu, banyak program penelitian yang mengembangkan teknologi pengisian daya untuk mobil listrik. Salah satu contohnya adalah Ultra Fast Charging yang diklaim mampu mengisi daya dalam waktu singkat.

Apa itu Teknologi Ultra Fast Charging untuk Mobil Listrik?

Pada dasarnya, teknologi ini adalah inovasi pengisian daya mobil listrik dengan menggunakan bantuan kecerdasan buatan. Teknologi ini bertujuan untuk mempersingkat waktu proses pengisian daya mobil listrik.

Sebagai informasi, sebuah mobil listrik membutuhkan waktu lebih dari 60 menit atau 1 jam agar bisa terisi penuh. Hal ini tentu menjadi sebuah kekurangan jika dibandingkan dengan waktu pengisian bahan bakar mobil konvensional.

Inilah alasan mendesak mengapa teknologi ini sangat penting dan dibutuhkan bagi pemerataan program kendaraan listrik. Untuk saat ini, teknologi fast charging tercepat adalah milik Hyundai Ioniq 5 yang mampu mengisi kendaraan hanya dalam hitungan 17 menit saja. 

Meskipun demikian, teknologi pengisian daya cepat ini belum bisa dirasakan merata oleh pengguna mobil listrik Indonesia. Pasalnya, dari 267 unit SPKLU yang tersedia, baru beberapa unit saja yang sudah menerapkan teknologi pengisian daya cepat. 

Pengembangan teknologi ultra fast charging terus dilakukan. Tujuannya adalah tentu meningkatkan performa kendaraan listrik di masa mendatang. Menurut beberapa ilmuwan, teknologi fast charging ini bahkan memungkinkan penggunanya mengisi daya baterai untuk mobil listrik hanya dalam hitungan 10 menit saja. Apakah mungkin?

Hal ini sangat mungkin terjadi karena teknologi ini menggunakan bantuan dari kecerdasan buatan (AI) yang menggunakan material dan struktur sel khusus. Contohnya adalah teknologi baterai dari Jerman, yaitu Desten yang menggunakan sel yang mampu mencapai 3000 siklus atau menempuh total jarak hingga 1,5 juta km. Dengan mengedepankan stabilitas termal selama proses pengisian, teknologi ini bisa mempertahankan suhu baterai dalam kondisi aman.

Pengadaan Teknologi Ultra Fast Charging di SPKLU

Indonesia menjadi salah satu negara yang mulai mencanangkan program kendaran listrik untuk melindungi tatanan bumi dari ancaman pemanasan global. Salah satu caranya adalah menyediakan subsidi pajak untuk mobil listrik serta menyediakan sistem pengisian daya yang memadai.

Berita Lainnya

Leapmotor C10 Siap Masuk Indonesia, SUV Listrik dengan Fitur Melimpah
BYD ATTO 1 Meluncur, Harga, Desain Sporty dan Teknologinya Curi Perhatian
Mulai April 2025, Mobil Listrik di Inggris Dipungut Cukai
Rumus Menghitung Biaya Isi Baterai Mobil Listrik
Toyota bZ3 Resmi Meluncur di China, Ini Spesifikasinya!
Meluncur di China, Kapan Mobil listrik Toyota bZ4X Masuk Indonesia?