Penderitaan tersebut tidak sampai disitu, warga penyintas ini juga harus membayar, termasuk ketenangan warga juga sering terusik karena ada juga penghuni huntara yang tidak jelas asal usulnya.
Menurut Sri, permasalahan tersebut sudah di sampaikan kepada pemerintah, baik kelurahan sampai pada wali kota namun yang di dapat hanya kata kata sabar dan sabar.
Olehnya warga Huntara ini menggantungkan harapan mereka pada wakil rakyat Sulteng agar segara dibangunkan Hunian Tetap agar mereka tidak lagi tinggal di huntara itu.
Dalam kesempatan tersebut, Erwin Burase ikut memberikan komentar. Ia menambahkan sebagai perwakilan rakyat pihaknya sudah bersepakat dan akan mengundang instansi terkait terutama PUPR untuk melakukan RDP agar permasalahan ini bisa dicarikan solusi.
Demikian pula dari Hidayat Pakamundi, menyatakan, apa yang sudah disampaikan adalah realitas yang sesegera mungkin harus ada solusinya.
Olehnya ini menjadi tanggung jawab bersama untuk sama sama mencarikan solusi dan mendorong permasalahan ini agar segera diselesaikan.
Bahkan, katanya kalau bisa DPRD dapat membentuk pansus lanjutan untuk mengawal proses pengawasan agar penghuni Huntara sudah mendapat Hunian Tetapnya.
Akhirnya Ketua Komisi menyampaikan bahwa pihak dalam waktu dekat segera melakukan RDP bersama intansi terkait, LSM, dan perwakilan penghuni huntara untuk mencari solusi atas permasalahan ini.









