Skrol untuk membaca pos

Setelah Ditutup Tiga Bulan, Nelayan Uwedikan Rayakan Penangkapan Gurita

Muh. Rifai
A-AA+A++

“Masyarakat di Desa Uwedikan telah memberikan kepada kita bagaimana contoh praktek pembelajaran untuk pemulihan ekosistem terumbu karang atau pengelolaan sumber daya laut secara berkelanjutan. Ketika ada jeda selama tiga bulan itu berarti nelayan telah memberikan kesempatan kepada spesies seperti gurita untuk tumbuh dan berkembang sesuai waktunya dan juga menghindari terjadinya penangkapan berlebihan,” ungkap Nur Ain Lapolo, Direktur Japesda.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Banggai, Benyamin Pongdatu, dalam kesempatan itu mengatakan senang dengan keputusan nelayan Uwedikan yang mampu mengelola wilayah laut mereka dengan cara menutup sementara selama tiga bulan. Itu berarti nelayan sudah belajar tertib untuk mengelola potensi perikanan mereka, apalagi dengan menggunakan data sebagai keputusan bersama.

“Menahan tiga bulan untuk tidak menangkap gurita itu luar biasa, dan harapannya hasil tangkapan akan meningkat. Ibaratnya ini adalah sengasara membawa nikmat,” ungkap Bengyamin Pongdatu.

Setelah pengresmian pembukaan penutupan sementara, nelayan tampak tidak sabar untuk segera menangkap gurita. Mereka akhirnya turun ke laut menangkap di lokasi yang sebelumnya telah ditutup. Antusias menangkap gurita tidak hanya ditunjukkan oleh nelayan laki-laki saja, bahkan nelayan perempuan pun turun ke laut menangkap gurita. Tidak sampai disitu, kepala desa Uwedikan, Lapulo, beserta tokoh agama, juga turun bersama nelayan menangkap gurita menggunakan alat tangkap yang ramah lingkungan.

Penangkapan gurita hanya dilakukan selama satu jam. Hasilnya, nelayan membawa pulang tangkapan gurita dengan bobot rata-rata 1 sampai 2 Kilogram. Mereka bergembira dengan hasil tangkapan yang ada. Seperti yang diungkapkan oleh Marten Pinos, nelayan yang berhasil menangkap satu ekor gurita dengan bobot 1,5 Kg. Menurutnya hanya dalam waktu singkat, hasil tangkapan menunjukkan perubahan jika dibandingkan tangkapan sebelumnya. Hal serupa juga disebutkan oleh Arjuna Muhida, nelayan perempuan yang berhasil menangkap gurita dua ekor dengan bobot tangkapan rata-rata 1 Kg.

“Saya berhasil dapat dua ekor dalam waktu singkat. Tadi sebenarnya bisa dapat lebih, tapi guritanya terlepas,” ungkap Arjuna dengan tertawa.

Menariknya, setelah itu hasil tangkapan mereka didata oleh enumerator atau pendata yang merupakan warga asli Desa Uwedikan, kemudian hasil tangkapan dibeli langsung oleh dua orang pengumpul yang ada di desa.