WhatsApp Image 2026-10-26 at 23.12.47

Sosok Rohana Kudus yang Jadi Google Doodle Hari Ini

Muh. Rifai
Rohana Kudus
A-AA+A++

Rohana Kudus berpikiran bahwa surat kabar jangkauannya luas sehingga membuat banyak orang akan membacanya.

Surat kabar itu bernama Sunting Melayu, terbit pada tanggal 10 Juli 1912. Lahirnya surat kabar itu diharapkan semakin banyak perempuan Minang yang ikut andil dalam memajukan kaum perempuan serta berjuang demi kesetaraan antara perempuan dan laki-laki.




Oleh sebab itu, Surat Kabar Sunting Melayu menyoroti segala hal mengenai perempuan. Sunting Melayu berisi syair, tajuk rencana, dan karangan yang menggambarkan keistimewaan perempuan.

Saat itu Sunting Melayu yang dibesutnya mampu memberikan pengaruh positif bagi perempuan Minang untuk mau belajar di Sekolah Kerajinan Amai Setia.

Kiprah Rohana Kudus di dunia pers tidak dapat dipandang sebelah mata. Selain aktif di surat kabar Sunting Melayu dan Saudara Hindia, beliau juga bekerjasama dengan Satiman Parada Harahap untuk memimpin redaksi Perempuan Bergerak.

Lalu sekembalinya ke Minangkabau pada 1924, Rohana diangkat menjadi redaktur di surat Kabar Radio, harian yang diterbitkan Cinta Melayu di Padang.

Sejarawan Universitas Andalas (Unand) Padang Prof Gusti Asnan mengatakan, Rohana Kudus salah satu pelopor Pers Indonesia layak menjadi pahlawan nasional dari Kabupaten Agam.

Sebab perjuangan Rohana tidak hanya untuk perempuan Minang namun juga untuk semua perempuan Indonesia.

Atas semua kiprah dan perjuangan beliau di bidang pendidikan maupun pers, Rohana Kudus menjadi wartawan perempuan pertama Indonesia, yang ditetapkan sebagai pahlawan nasional oleh Presiden Joko Widodo.

Penganugerahan gelar pahlawan nasional untuk Rohana Kudus dilaksanakan pada, Jumat, 8 November 2019 lalu, di Istana Negara, Jakarta.