Karena itu, optimalisasi sektor ekonomi kerakyatan mesti dari hulu sampai hilir. Seperti, pengolahan produk mentah dari kantong-kantong produksi rakyat menjadi produk setengah jadi atau produk jadi. Tidak lagi dalam produk mentah. Sehingga nilai tambah ekonominya lebih tinggi.
“Kami dengar bahwa di Palu ada sentra industri yang bernama Kawasan Ekonomi Khusus atau KEK Palu, seandainya kawasan KEK memacu industi hilirisasi produk rakyat akan lebih elegan dan bisa mengurangi emisi, setidakanya dari prinsip tata kelola produk yang lebih ramah lingkungan di level tapak sampai level industri hilirnya”, ungkap Azmi menambahkan.
Tak lupa pula, EKONESIA mengingatkan pemerintah daerah di level Propinsi jika daerah ini punya target pengurangan emisi sebesar 3% dari rata-rata emisi nasional. Seperti komitmen Pemprov Sulteng tahun 2012 silam.
“Kami hanya mengingatkan kepada Pemprov Sulteng terkait komitmen pemangkasan emsi sebesar 3% pada tahun 2012 silam, bagaimana dengan janji itu”, pungkas Azmi. (YP)







