Review Jungle Cruise ini tidak mengandung spoiler apapun. Jadi kamu semua aman jaya untuk membaca review Jungle Cruise nya ini.
Sama seperti Black Widow dan beberapa film lainnya, Jungle Cruise adalah film box-office yang menjadi korban penundaan (delay) akibat pandemi COVID-19. Film yang digawangi oleh The Dwayne Johnson aka The Rock (Faster) dan Emily Blunt (Mary Poppins Returns) ini sebenarnya telah melakukan syuting sejak tahun 2018.
Awalnya film ini, ingin dirilis pada tanggal 11 Oktober 2019. Lalu diundur ke tanggal 24 Juli 2020. Sayang seperti kita ketahui, di tanggal ini pandemi COVID-19 sedang ganas-ganasnya. Alhasil filmnya pun diputuskan rilis pada tanggal 30 Juli 2021 lalu.
Walaupun menampilkan dua bintang yang sudah tidak diragukan dan memiliki premis kisah petualangan seru, namun tetap saja banyak yang merasa skeptis atau was-was untuk menyaksikan filmnya.
Maksudnya? Langsung saja cari tahu jawabannya melalui ulasan review Jungle Cruise berikut ini.
Plot


Review Jungle Cruise ini dibuka dengan pembahasan plot kisahnya yang menampilkan The Rock sebagai Frank Wolff. Frank adalah seorang pengemudi perahu sungai di Brazil. Ia dengan perahunya, bekerja sebagai pemandu wisata bagi turis-turis yang datang.
Namun pada akhirnya perahunya ini menjadi alat transportasi yang sangat vital ketika botanis dan ahli sejarah, Dr. Lily Houghton (Blunt) datang meminta jasa perahunya. Spesifiknya, Lily beserta adik laki-lakinya, MacGregor Houghton (Jack Whitehall), meminta Frank untuk mengantarkan mereka ke pedalaman Amazon.
Tujuan mereka ingin ke Amazon adalah untuk mencari keberadaan dari Tears of the Moon, sebuah pohon mistikal yang daun bunganya dipercaya bisa menyembuhkan orang sakit. Namun tidak hanya Lily dan MacGregor saja yang ingin mencarinya.
Seorang royalis Jerman, Prince Joachim (Jesse Plemons), juga ingin memiliki daun bunganya untuk membantu pihak Jerman memenangkan Perang Dunia 1 dan juga, untuk membuat dirinya abadi (immortal).
Nah di tengah-tengah kejar-kejaran ini, Lily dan MacGregor juga harus berkali-kali berurusan dengan Frank yang ternyata sering berbohong ke mereka. Padahal, kebohongan yang dilkukannya ini memiliki makna dan tujuan penting.



