Skrol untuk membaca pos

Harga RTX Spark Nvidia Diprediksi Setara MacBook Pro

Muh. Rifai
RTX Spark. Foto: INVIDIA
A-AA+A++

Laptop RTX Spark terbaru yang tengah disiapkan Nvidia diperkirakan akan hadir dengan harga jauh lebih tinggi dibandingkan ekspektasi sebagian besar konsumen. Berdasarkan estimasi terbaru yang beredar, perangkat ini tidak akan menyasar pasar laptop umum, melainkan pengguna profesional yang membutuhkan performa komputasi dan kecerdasan buatan tingkat tinggi.

Informasi tersebut muncul dari laporan Morgan Stanley yang dibagikan Max Weinbach, Analis Creativestrat melalui akun X miliknya. Laptop yang menggunakan chip unggulan Nvidia N1x diperkirakan akan mulai dijual dengan harga sekitar US$2.899 atau sekitar Rp51,7 juta dengan kurs Rp17.850 per dolar AS. Sementara itu, perangkat yang ditenagai platform N1 standar diperkirakan memiliki harga awal sekitar US$1.799 atau setara Rp32,1 juta.

Jika proyeksi tersebut sesuai dengan harga saat peluncuran nanti, maka RTX Spark akan langsung bersaing dengan lini laptop premium seperti MacBook Pro milik Apple. Nvidia tampaknya memilih untuk fokus pada segmen kreator konten, pengembang perangkat lunak, profesional AI, hingga pengguna kelas atas yang membutuhkan performa tinggi dan bersedia mengeluarkan biaya lebih besar.

Strategi tersebut terlihat sejalan dengan spesifikasi yang ditawarkan. RTX Spark dibangun dengan menggabungkan CPU Grace berbasis ARM milik Nvidia dan GPU Blackwell RTX. Kombinasi ini menghadirkan kemampuan komputasi yang dirancang untuk menangani berbagai tugas berat, mulai dari pemrosesan AI hingga pekerjaan grafis tingkat lanjut.

Pada konfigurasi tertinggi, platform ini disebut mampu menghadirkan hingga 20 inti CPU dan 6.144 inti CUDA. Selain itu, perangkat juga dapat dibekali memori terpadu hingga 128GB. Kapasitas tersebut tergolong sangat besar untuk sebuah laptop dan menunjukkan bahwa Nvidia ingin menyediakan ruang yang cukup bagi aplikasi kreatif, pemrosesan data besar, serta model kecerdasan buatan yang semakin kompleks.

Nvidia juga mengklaim bahwa RTX Spark mampu menghasilkan performa AI hingga 1 petaflop. Angka tersebut menjadi salah satu sorotan utama karena menunjukkan fokus perusahaan terhadap tren kecerdasan buatan yang saat ini berkembang pesat di berbagai sektor industri. Dengan kemampuan tersebut, RTX Spark diposisikan bukan sekadar sebagai laptop kerja biasa, melainkan sebagai perangkat yang dapat mendukung pengembangan dan penggunaan aplikasi AI secara langsung.