WhatsApp Image 2026-10-26 at 23.12.47

Review Space Jam: A New Legacy: Parade Produk Warner Bros di Tengah Lapangan Basket Looney Tunes

Muh. Rifai
Review Space Jam: A New Legacy
Space Jam: A New Legacy (Foto: Pitchfork)
A-AA+A++

Review Space Jam: A New Legacy ini tidak mengandung spoiler apapun. Jadi kamu semua aman jaya untuk membaca review Space Jam: A New Legacy nya ini.

Bagi kita-kita yang tumbuh di dekade 90an, semenjak mendengar kabar kalau sekuel Space Jam (1996) ini sedang dikembangkan beberapa tahun yang lalu, pastinya kita sudah merasa greget dan tidak sabaran untuk segera menyaksikan A New Legacy.




Pasalnya banyak dari kita yang ingin kembali bernostalgia bersama Looney Tunes dan permainan bola basketnya yang gila-gilaan itu. Terlebih lagi, sekuel yang juga diproduseri oleh sutradara Black Panther (2018), Ryan Coogler, kini menampilkan pebasket Los Angeles Lakers top saat ini, LeBron James, sebagai Michael Jordan barunya.

Dan setelah melalui pengembangan selama 2 dekade lebih sedikit (mulai dikembangkan setelah perilisan film pertamanya) dan juga, beberapa kali pemunduran (delay) akibat pandemi COVID-19, akhirnya Space Jam: A New Legacy dirilis juga.

Lalu apakah sekuel ini sukses memuaskan penantian kita selama hampir 25 tahun tersebut? Yuk mari kita simak review Space Jam: A New Legacy nya berikut ini.

Plot

Foto: Deadline

LeBron James seperti halnya di dunia nyata, adalah sosok pemain basket yang super sukses. Dan, untuk mencapai kesuksesannya tersebut, ia harus melalui berbagai pengorbanan dan kerja keras sedari kecil.

Salah satu faktor yang membuatnya menjadi demikian, adalah wejangan tegas yang diberikan oleh pelatih basketnya di sekolah dulu, Coach C (Wood Harris). Alhasil apa yang diwejangkan dan diperbuatnya ini, ditularkan ke anak-anaknya termasuk salah satunya, Dominic (Cedric Joe), yang justru lebih hobi dengan pembuatan video game.

Dan gara-gara perbedaan visi dan ketertarikan ini, hubungan keduanya pun kerap panas-dingin. Hubungan keduanya kian teruji ketika Dom dan LeBron, diculik dan terperangkap di dalam dunia server Warner Bros oleh algoritma jahat, Al-G Rhythm (Don Cheadle). Motivasi Al-G melakukan penculikannya karena ia ingin lebih dikenal banyak orang (warganet) sebagai server yang super dominan.

Nah untuk menjalankan niat jahatnya ini, AI-G mengadu domba si ayah dan anak yang akhirnya, berujung pada pertandingan basket besar yang tidak hanya akan menentukan nasib keduanya, namun juga nasib seluruh Looney Tunes, server WB, dan juga seluruh warga planet bumi.