PALU – Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Sulawesi Tengah mencatat selama tahun 2019, rata-rata nilai transaksi saham investor Sulawesi Tengah di Pasar Modal sebesar Rp118 miliar per bulan.
Kepala Kantor Perwakilan BEI Sulawesi Tengah Dendy Faizal Amin dalam siaran pers, Sabtu 25 Januari 2020 mengemukakan, daerah yang menyumbang nilai transaksi terbesar adalah Kabupaten Tolitoli dengan rata-rata nilai transaksi sebesar Rp53 miliar per bulan atau 45% dari total nilai transaksi.
Selanjutnya, kata dia disusul oleh Kota Palu dengan rata-rata nilai transaksi Rp45 miliar, kemudian Kabupaten Banggai dengan rata-rata nilai transaksi sebesar Rp7 miliar rupiah.
Nilai transaksi perdagangan tersebut seiring dengan meningkatnya jumlah investor di Sulawesi Tengah. Dia menjelaskan, inklusi Pasar Modal di kalangan masyarakat Sulawesi Tengah terus mengalami perkembangan seiring dengan dibukanya kembali Kantor Perwakilan BEI Sulawesi Tengah pada 22 April 2019.
Tercatat pada tahun 2019, pertumbuhan investor baru di Sulawesi Tengah mencapai 1.223 investor mengalami peningkatan sebesar 49% dibandingkan dengan tahun 2018 yang hanya sebesar 819 Investor.
Sampai dengan 31 Desember 2019, jumlah investor Pasar Modal di Sulawesi Tengah telah mencapai 3.101 orang. Jumlah tersebut naik 65% dari tahun sebelumnya, yaitu sebanyak 1.878 investor.
Komposisi dari jumlah investor Pasar Modal Sulawesi Tengah per 31 Desember 2019 didominasi oleh investor berusia 18-25 tahun sebanyak 1.025 orang atau 33,05% dari total investor, kemudian diisi oleh investor berusia 26-30 tahun sebanyak 511 orang atau 16,48%, lalu investor berusia 31-40 tahun sebanyak 865 orang atau 27,89%, dan investor berusia 41-100 tahun sebanyak 697 orang atau 22,48% dari total investor Pasar Modal Sulawesi Tengah.
Pencapaian literasi maupun inklusi Pasar Modal di Sulawesi Tengah selama tahun 2019 tentunya tidak lepas dari kerja keras yang dilakukan oleh Kantor Perwakilan BEI Sulawesi Tengah dan para stakeholder untuk memasyarakatkan Pasar Modal, serta makin mudahnya akses masyarakat untuk bisa menjadi investor di pasar modal.
Selain meningkatnya jumlah investor baru dan tingginya nilai transaksi perdagangan saham yang dilakukan oleh investor Sulawesi Tengah, Kantor Perwakilan BEI Sulawesi Tengah juga telah melakukan kerja sama pembukaan Galeri Investasi BEI bersama STIE Panca Bhakti Palu dan Galeri Investasi Syariah BEI bersama FEBI IAIN Palu, sehingga pada tahun 2019 secara keseluruhan telah terdapat 3 kampus yang telah bekerja sama dengan Kantor Perwakilan BEI Sulawesi Tengah, yakni Galeri Investasi BEI Universitas Tadulako, Galeri Investasi BEI STIE Panca Bhakti Palu, dan Galeri Investasi Syariah BEI lAIN Palu.
Performa Pasar Modal di Sulawesi Tengah yang dinilai cukup baik dan potensial mendorong Kantor Perwakilan BEI Sulawesi Tengah optimis menargetkan pertumbuhan 1500 investor baru pada tahun 2020. Hal ini didukung dengan makin masifnya melakukan kegiatan sosialisasi dan edukasi, makin mudahnya akses masyarakat untuk bisa berinvestasi di Pasar Modal Indonesia, serta cukup dengan 100 ribu rupiah masyarakat sudah bisa berinvestasi di PasarModal Indonesia.
“Semoga dengan hadirnya Kantor Perwakilan BEl Sulawesi Tengah dapat lebih meningkatkan awareness masyarakat Sulawesi Tengah untuk berinvestasi di Pasar Modal Indonesia, dan mendorong perusahaan lokal Sulawesi Tengah untuk go public dan mencatatkan saham perusahaannya di BEI,” kata Dendy Faizal Amin. [***]



