Skrol untuk membaca pos

Viral Warga Bali Mengungsi ke Dataran Tinggi Usai Gempa M 5,1

Muh. Rifai
A-AA+A++

BALIGempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 5,1 mengguncang Buleleng, Bali, Kamis (14/11/2019) Pukul 18:21 WITA.

Dikutip dari Twitter @infi BMKG, episentrum gempa terletak pada koordinat -8,16 Lintang Selatan (LS) dan 114,9 Bujur Timur (BT) atau 21 km arah barat daya Buleleng pada kedalaman 10 km.

BMKG menyatakan bahwa hasil pemodelan terhadap gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami.

Tidak lama setelah kabar tersebut, beredar video viral warga desa kawasan Pengastulan, Seririt, Bali mengungsi ke dataran tinggi setelah air di pesisir pantai mulai surut.

 

View this post on Instagram

 

Beberapa warga dari desa Pengastulan, Seririt, Bali memilih untuk mengungsi ke dataran tinggi saat melihat pesisir pantai surut pasca gempa tadi sore. . . Sebelumnya Bali diguncang gempa dengan magnitudo 5,1 di Bali padq pukul 17.21 WIB, Kamis (14/11). . . BMKG sudah menghimbau kalau gempa barusan tidak berpotensi tsunami. . . . . #faktaindo #beritaindonesia #berita #fakta #beritanasional #infoindonesia #infoterkini #beritaterbaru #infoterbaru #beritaterkini #beritajakarta #infojakarta #faktaterkini #videoberita #beritahariini #infogempa #infobali #gempabali #gempa #infodenpasar

A post shared by Berita & Fakta Indonesia (@fakta.indo) on

“Kita posisi naik, karena air laut daerah pangastulan sudah surut. Di Seririt ini warga semua menuju daerah dataran tinggi karena air di pesisir sudah surut,” kata warga yang diunggah akun @fakta.indo di Instagram.

Terkait hal ini, Kepala BPBD Bali, Made Rentin, mengatakan, dirinya baru saja menghubungi Camat Seririt, Nyoman Riang Pustaka. Ditegaskan tidak benar air laut surut dan tidak benar sirine tsunami berbunyi. “Saat ini pak Camat dan Perbekel Pengastulan sedang menghimbau masyarakat untuk tetap tenang atau jangan panik,” tegasnya dalam rilis yang dikutip dari Bali Post.

Ia juga menjelaskan, bahwa tombol aktivasi sirine berada di Pusdalops BPBD Bali. Sirine tidak pernah mengaktifkan karena memang rilis BMKG gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. “Jadi kami tegaskan tidak ada bunyi sirine tsunami di seririt,” sebutnya. [***]