PARIGI – Dinas Pendidikan dan Kebudyaan Provinsi Suawesi Tengah menyayangkan Tawuaran antar pelajar Siswa SMA Negeri 1 Bolano dan SMA Negeri 1 Bolano Lambunu Sabtu (28/9), yang mengakibatkan hilangnya nyawa siswa dan terjadinya pembakaran ruang kantor milik SMA Negeri 1 Bolano.

“Kami sangat menyangkan penyerangna siswa antar siswa, dan itu sebenarnya tidak perlu terjadi,” ungkap Kepala Bidang SMA Dikbud Sulteng, Muhlis saat dihubungi Ahad (30/9).

Berdasarkan laporan kepala Sekolah SMA Negeri 1 Bolano, saat ini kondisi disekolah tersebut mengalami sejumlah kerusakan, dan paling parah adanya pembakaran ruangan kantor yang dilakukan oleh masyarakat.

Belum diketahui pasti, pembakaran itu terjadi apakah buntut dari tawuran kedua sekolah yang mengakibatkan hilangnya nyawa salah satu siswa atau tidak.

Pihaknya telah menghimbau, kepada guru, siswa dan masyarakat agar tidak melakukan balasan yang dapat memperkeruh keadaan. Berikan kepercayaan kepada aparat yang bekerja untuk mengusut akar permasalahan dari kedua belah pihak yang bertauran.

“Agar supaya keadaan bisa kondusif antara Bolano dan Bolano Lambunu,” harapnya.

Kata dia, sesuai instruksi kepala dinas pendidikan dan kebudayaan Sulteng, melalui Kepala cabang disdikbud bersama dengan ketua MKKS  berada dilokasi kejadian untuk melakukan mediasi kedua pihak yang bertikai agar melahirkan kesepakatan damai.

Ketika ditanyakan akar permasalahan dari kedua sekolah ini, dirinya tidak bisa memberikan keterangan lanjut terkait akar permasalahan, karena belum mendapatkan gambaran yang jelas. Ia lebih menyarankan untuk menayakan kepada aparat dilapangan, saat ini tengah dilakukan penyelidikan terhadap kasus itu.

“Soal permasalahan apa, yang jelas apapun tindakan siswa itu untuk melakukan penyerangan terhadap sekolah, kemungkinan ada masalah prinsip dilakukan sehingga terjadi kasus itu. Kedepan itu akan menjadi evaluasi kami,” jelasnya.

Atas kejadian tersebut, pihaknya meliburkan seluruh aktifitas sekolah beberapa hari kedepan, menunggu situasi kondusif dan tidak ada lagi saling serang dari kedua kedua sekolah yang bertikai ini.

Lanjut dia, dibeberapa pertemuan kepala sekolah guru selalu saya himbau agar melakukan pendampingan, pengawasan berkoordinasi dengan orang tua komite dan usnur pemerintah setempat agar selalu tidak terjadi hal-hal yang diinginkan.

Berdasarkan informasi dilapangan, kejadian bermula saat siswa SMA Negeri 1 Bolano Lambunu melakukan penyerangan ke SMA Negeri 1 Bolano yang saat itu tengah mengelar ekstrakulikuler yakni Senam Pagi.

“Saat itu mereka sedang senam, tiba-tiba adanya lemparan batu dari luar, setelah diketahui siswa SMA Negeri Bolano melakukan balasan dengan mengejar siswa tersebut hingga didepan sekolah mereka, satu siswa menjadi bulan-bulan mereka hingga dilarikan ke Puskesmas,” ungkap salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Semenetar itu, Kapolsek Bolano Lambunu Ipda, Ida Bagus Harta GW, yang dihubungi tidak bisa memberikan tanggap atas kasus ini, dirinya menyarankan untuk mengkonfirmasi kepada Kapolres Parimo yang berada di tempat kejadian perkara (TKP) selama dua hari.

“Lebih jelasnya konfimrasi ke Pimpinan bapak Kapolres,” singkatnya. (MAL/MWN)