Ampana– Front Peduli Muslim (FPM) Ampana, Kabupaten Tojo Unauna (Touna), Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), dengan tegas menyatakan perang serta menolak setiap berita bohong alias hoaks dan ujaran kebencian yang meresahkan jelang Pemilu 2019.
Ketua FPM Ampana, Rahmat Katili alias Kede, mengungkapkan maraknya bentuk berita hoaks dan ujaran kebencian telah dimanfaatkan sekelompok orang untuk kepentingan suatu golongan dalam menghadapi Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden 2019.
“Saya dengan tegas menolak segala bentuk berita hoaks dan ujaran kebencian,” ujar Kede dalam keterangan tertulisnya, Senin (12/11).
Saat ini di Kabupaten Touna kata Kede, sudah dilakukan berbagai upaya untuk mengantisipasi penyebaran berita hoax dan ujaran kebencian, yang dapat mengganggu keamanan dan keutuhan NKRI.
“Salah satunya dengan menjaga
suasana keumatan agar tetap kondusif, saling menjaga harmoni dan serta menghargai perbedaan, sehingga dapat tercipta kehidupan yang Islami, penuh ukhuwah dan damai,” jelasnya.
Karena itu ia meminta pihak terkait agar menindak tegas oknum yang terbukti menyebar hoax dan info menyesatkan, karena bisa merusak tatanan demokrasi dan nilai-nilai Pancasila.
“Dalam rangka penyelenggaraan Pileg dan Pilpres 2019, perlu dilakukan pengawasan untuk menjaga situasi agar tetap kondusif,” harapnya.
Ia juga menghimbau agar masyarakat Touna bijak dalam menggunakan media sosial agar tidak menyebarkan berita atau isu-isu yang belum jelas kebenarannya. (Agus Manggona)




