Penjelasan Bupati Mamuju Soal Pembongkaran Anjungan Manakarra yang Dikarenakan Mirip Mata Dajjal
MAMUJU – Pemerintah Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, melakukan pembongkaran Anjungan Pantai Manakarra karena banyak Netizen yang mengaitkannya dengan Simbol Mata Dajjal.
Seperti yang kita tahu bahwa semenjak kejadian Gempa yang lalu, Anjungan Pantai Manakarra mulai menjadi sorotan banyak netizen, dikarenakan kalau dilihat dari Udara sangat mirip dengan lambang ‘Mata Satu’ .
Dan hal inilah yang mendadak viral dengan banyak yang mengatakan bahwa Anjungan Pantai Manakarra Adalah Simbol Dajjal, sebagaimana dikutip dari Eramuslim.com, Sabtu, (13/10/2018)
Pembokaran tersebut dilakukan sejak, Kamis (11/10/2018) sore, menggunakan alat berat eskavator.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Mamuju, H. Habsi Wahid mengatakan, pembongkaran salah satu bagian Anjungan Pantai Manakarra, untuk dibuat lebih baik.
“Kolom yang berada tepat di depan landmark Pantai Manakarra. Ini adalah langkah awal untuk memperbaiki desain anjungan agar tampil lebih menarik dan lebih baik, serta lebih nyaman digunakan sebagai ruang terbuka,”kata Habsi, seperti diberitakan makassar.tribunnews.com, Jumat (12/10/2018).
Habsi menampik, jika pembongkaran bukan semata-mata dikarenakan polemik atas visualisasi yang dikaitkan dengan simbol-sombol tertentu, melainkan pemborakan itu juga dilakukan untuk diperbaikan karena sudah tidak refresentatif.
“Memang sudah tidak nyaman, dikarenakan sudah ada bau busuk dari kolam yang banyak dikeluhkan pengunjung, kondisi disebabkan drainase kolam yang telah rusak total, diperparah dengan perilaku sebagian orang yang sering membuang sampah di kolam yang berada dibawah model perahu,”ujarnya.
Habsi mengatakan, saat ini mereka sementara merancang desain Anjungan Pantai Manakarra, untuk dilaksanakan tahun depan, namun dibongkat lebih awal untuk mengakhir polemik di masyarakat terkait anggapan kemiripan simbol dajjal.
“Renovasinya tidak secara menyeluruh, mengingat efisiensi anggaran, namun karena anjungan ini adalah icon Mamuju dan menjadi wahana hiburan dan rekreasi seluruh masyarakat, maka harus kita benahi,”kata dia.
Dikatakan, bagian-bagian yang substansinya dapat menghilangkan histori pembangunan Anjungan Pantai Manakarra, seperti prasasti akan tetap dipertahankan, namun akan dipindahkan agar tidak mengurangi nilai estetikainsya.
“Insya Allah Anjungan ini akan lebih baik dan lebih refresentatif, untuk dikunjungi masyarakat,”tuturnya.[***]

