Kecelakaan KMP Virgo Transport-8 di Laut Jawa, perairan Kalimantan Selatan, terus memunculkan perkembangan baru. Setelah sebelumnya 70 survivor tiba di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, data terbaru menunjukkan sedikitnya 108 orang berhasil diselamatkan, sementara enam korban ditemukan meninggal dunia.
Kapal Virgo Transport-8 mengalami kecelakaan saat dalam pelayaran dari Surabaya menuju Banjarmasin pada Minggu (13/9). Kapal tersebut membawa sekitar 243 orang berdasarkan manifest, terdiri dari penumpang dan awak kapal. Sebelum kecelakaan, nakhoda dilaporkan sempat melaporkan kondisi cuaca buruk dan kapal dalam posisi miring.
Pada perkembangan sebelumnya, Basarnas mencatat 103 orang telah dievakuasi hingga siang hari. Dari jumlah tersebut, 97 orang dinyatakan selamat dan enam orang meninggal dunia. Sebanyak 140 orang lainnya saat itu masih dalam pencarian.
Proses evakuasi kemudian terus berlangsung melalui berbagai unsur laut. Kapal-kapal yang terlibat antara lain MV Haida, TB TCP, TB Mauhaw IX, KN SAR Laksmana, serta sejumlah unsur lainnya. Operasi juga mendapat dukungan pencarian dari udara menggunakan helikopter Basarnas.
Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Kabasarnas) turut memantau langsung proses evakuasi dan penanganan survivor. Kehadiran Kabasarnas di lokasi menjadi bagian dari pengendalian operasi untuk memastikan proses pencarian, evakuasi, dan penanganan korban berjalan terkoordinasi.
Sementara itu, survivor yang telah tiba di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin langsung mendapatkan penanganan dari tim yang disiapkan. Sebagian korban juga mendapat pemeriksaan dan perawatan medis sesuai kondisi masing-masing.
Mengutip Antara, sedikitnya 108 orang telah diselamatkan dan enam jenazah telah ditemukan. Dengan jumlah penumpang dalam manifest mencapai 243 orang, sekitar 129 orang masih belum ditemukan. Angka tersebut masih dapat berubah seiring proses pencarian dan verifikasi data oleh tim SAR.
Tim SAR Gabungan masih melanjutkan pencarian melalui unsur laut dan udara. Kondisi cuaca dan gelombang di sekitar lokasi menjadi salah satu tantangan dalam operasi, sementara prioritas utama tetap menemukan korban yang masih hilang dan memberikan penanganan kepada seluruh survivor. (Red)







