oleh

Apa Itu Breakthrough Case di Masa Pandemi COVID-19 Ini?

Bagi kita-kita yang selalu rajin mengikuti berita perkembangan kasus pandemi COVID-19 yang belum kunjung usai ini, mungkin beberapa minggu belakangan mendengar istilah “Breakthrough Case”.

Dan ketika mendengarnya pun, kita menjadi bingung sendiri, “apa sih Breakthrough Case itu?” Nah daripada bertanya terus, yuk langsung simak pembahasannya berikut ini.

Makna Breakthrough Case

Breakthrough Case COVID-19
Foto: TRT World

Melansir WTOL11, breakthrough case adalah ketika individu yang sudah divaksinasi, tapi masih terinfeksi / terkena juga oleh virus COVID-19.  Dan hal ini faktanya sudah terjadi dalam beberapa waktu belakangan terhadap beberapa individunya.

Bahkan beberapa selebriti pun juga mengalaminya. Dan tak ayal, hal ini membuat paranoid baik dirinya sendiri maupun orang sekitarnya. Namun apakah kita memang harus panik? Dan apakah COVID pasca divaksin ini merupakan hal yang normal?

Sakit Tanda Vaksin Bekerja

Dan berdasarkan lansiran tersebut, hal ini memang sangat biasa malah bagus. Loh kenapa demikian? Nah jadi, setelah kita disuntik oleh vaksinnya, vaksinnya yang ada di dalam tubuh akan mulai “belajar”.

Spesifiknya, ia akan belajar untuk mengidentifikasi virus COVID-19 yang ada di tubuh kita. Nah setelah berhasil mengidentifikasi, nantinya ia akan mulai mencoba untuk menangkalnya dan, apabila (katakanlah) ke depannya kita terekspos virus COVID-19 lagi, imun tubuh kita yang sudah disuntikkan oleh vaksin tersebut, akan langsung menghabisi virusnya.

Nah selama proses tersebut, nantinya mungkin kita akan merasakan sakit atau gejala COVID sedang (mild) atau ringan (light) kembali. Jangan takut sekali algi apabila hal ini terjadi. Karena ini tandanya vaksin sedang bekerja melawan si COVID atau bisa juga merupakan pertanda sakit COVID kita secara perlahan mulai berkurang.

Tergantung Kondisi Tubuh Yang Disuntik

Namun di saat yang sama, kita melihat juga situasi dimana ada individu yang sudah divaksin mengalami gejala COVID-19 di level berat atau, malah tidak merasakan apa-apa sama sekali.

BACA JUGA  November Ini Bio Farma akan Terima 15 Juta Dosis Bulk Vaksin Sinovac

Nah hal ini sekali lagi menandakan kalau efek sakit atau tidak yang diberikan oleh vaksinnya, bergantung lagi pada kondisi si penderita ketika ia sebelum atau setelah divaksin.

Melansir Assocated Press, apabila si penderita ketika sedang atau setelah divaksin memiliki masalah kesehatan atau mungkin sedang berobat, maka wajarlah apabila sistem imunnya, memiliki respon yang sangat lemah terhadap vaksin yang diberikan.

Jadi kesimpulannya disini, jangan panik apabil kita tiba-tiba sakit lagi setelah divaksin COVID-19. Bisa saja si vaksin sedang bekerja keras untuk menangkal virusnya ini. Namun apabila memang sudah benar-benar paranoid tidak karuan, sebaiknya langsung konsultasikan saja ke ahlinya oke? Sehat selalu ya kawan-kawan!

Komentar

Masih Hangat