oleh

Pengungsi Banjir di Desa Poi Mulai Terserang Penyakit

Bagikan Artikel Ini

SIGI – Banjir disertai lumpur yang merendam puluhan rumah warga di Desa Poi, Kabupaten Sigi, sudah berangsur surut. Namun, penyakit akibat lingkungan yang tidak sehat, kini mulai bermunculan.

Data yang diperoleh awak media ini dari Posko Kesehatan, Senin (09/12), tak kurang dari 40 warga yang melakukan pemeriksaan kesehatan pascabanjir bandang.

Dari puluhan pasien yang berobat di posko kesehatan ini, sebagian besar terindikasi sejumlah penyakit, seperti gatal-gatal dan stres ringan.

“Kebanyakan pasien kemari ini karena gatal gatal, hepatitis, sakit ulu hati, sakit kepala, dan ibu hamil karena mereka kan stres toh,” jelas dr Ayi, di posko pelayanan kesehatan.

Meskipun demikian, kata dia, penyakit yang dialami pengungsi itu terbilang tidak membahayakan dan masih dapat ditangani di posko pelayanan kesehatan dengan memberikan obat-obat yang telah disediakan.

Sementara, untuk ketersediaan stok obat-obatan ia mengaku sampai saat ini masih dapat memenuhi kebutuhan para pengungsi di lokasi pengungsian.

“Kalau misal penyakitnya parah kita akan rujuk ke Puskesmas Baluase yang ada di sebelah desa ini,” jelasnya.

Senin kemarin, pihak PUPR Provinsi Sulteng melalui Tim Reaksi Cepat (TRC) juga telah menyalurkan sekitar 2000 liter air bersih guna memenuhi kebutuhan para pengungsi.

“Jadi hingga tadi pagi ini semua sudah beroperasi dan semua tandon termasuk yang di pinggir jalan sudah terisi,” singkat Koordinator TRC, Rian.

Ahad dini hari, Desa Poi, Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi diterjang banjir bandang yang disertai material lumpur, kayu dan batu.

Akibatnya, sejumlah rumah di wilayah itu mengalami kerusakan yang cukup parah. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam bencana ini. (FALDI)

BACA JUGA  Banjir Barru dan Parepare, BPBD Laporkan Satu Orang Meninggal
Loading...
loading...

Bagikan Artikel Ini
  • 719
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar