Anwar Hafid dalam deklarasinya bersama Reny Lamadjido menjelaskan arti dari kata Ampana yang merupakan ibu kota dari Kabupaten Tojo Una-una.
“Saya mengambil referensi dari bahasa arab. Ampana itu dari bahasa arab AMFA’NA, artinya negeri yang bermanfaat menurut kosakata bahasa arab,” terangnya didepan belasan ribu masyarakat di Lapangan Lewaka, Kelurahan Dondo, Kecamatan Rantolindo, Rabu, 24 Juli 2024
Maka dari itu kata Anwar Hafid, Habib Idrus Bin Salim Aljufri (Guru Tua) melaksanakan milad pertama Alkhairaat itu di Ampana.
“Itulah kenapa Guru Tua melaksanakan milad pertama alkhairaat itu di Amapana. Karena begitu kermatnya Ampana ini,” jelasnya.
Olehnya Ia mengajak masyarakat Kabupaten Tojo Una-una untuk menjaga Kota Ampana.
“Mari kita pelihara kampung ini karena kampung ini sangat bersejarah,” katanya.
Dalam deklarasi itu, Anwar Hafid mengenalkan program-program unggulan mereka bersama Reny Lamadjido, sebagaimana mereka sampaikan di dekalarasi-dekalarasi sebelumnya.
Pertama soal pendidikan. Pendidikan bagi Anwar-Reny sangat penting.
“Bagi kami, pendidikan adalah harga mati. Karena saya orang susah dan saya bisa jadi begini karena sekolah,” katanya.
“Jadi nanti, kalau anak-anak kita sudah tamat SMA, hanya ada dua pilihan. Kalau dia tidak mau lagi kuliah, kita akan menyediakan tempat kerja. Kita buka balai latihan kerja besar. Sehingga mereka tidak menganggur. Tapi, kalau dia mau kuliah kita biayayi kuliahnya,” jelasnya.
Yang kedua kata Anwar, adalah peningkatan layanan kesehatan, termasuk cakupan BPJS gratis untuk pasien kelas III, apapun latar belakang sosial ekonominya. Program ini memastikan bahwa setiap orang, kaya ataupun miskin, memiliki akses terhadap layanan kesehatan berkualitas dengan hanya menggunakan KTP.
“Banyak rakyat kita hari ini BPJS-nya mati tidak bisa dibayar. Jadi pelayanan kesehatan kita perlu kita tingkatkan. Kami bercita cita, kalau kami jadi gubernur, kami akan menerapkan rakyat bisa berobat hanya dengan menggunakan KTP,” terangnya.
Selain itu katanya, menciptakan lapangan kerja di sulteng seperti apa yang sudah pernah dilakukannya selama menjadi Bupati Morowali.
“Kita ingin Sulawesi Tengah ini tidak ada lagi yang menganggur. Seperti yang saya lakukan di Morowali. Sekarang ada hampir 120.000 rakyat Indonesia kerja di sana. Ini tidak sekedar bicara, tapi sudah saya dilakukan,” ujarnya.



