Komitmen Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, untuk membantu masyarakat kembali terlihat melalui aksi nyata. Menjawab kebutuhan warga Desa Masungkang, Kecamatan Batui Selatan, Kabupaten Banggai, yang selama bertahun-tahun kesulitan menyeberangi sungai, Anwar Hafid memutuskan membangun jembatan gantung menggunakan dana pribadinya.
Keputusan ini mendapat perhatian karena selama ini warga, termasuk anak-anak sekolah, harus melintasi sungai tanpa jembatan yang layak. Kondisi tersebut dinilai membahayakan keselamatan masyarakat yang setiap hari menggunakan jalur tersebut untuk beraktivitas.
Kini, rencana pembangunan jembatan gantung di Desa Masungkang mulai memasuki tahap awal. Tim teknis telah turun langsung ke lokasi untuk melakukan pengukuran sebagai dasar penyusunan desain dan spesifikasi teknis sebelum pekerjaan konstruksi dimulai.
Tri Harsono Sibay, yang dipercaya Gubernur Anwar Hafid untuk mengawal pembangunan jembatan, mengatakan proses pengukuran diperkirakan berlangsung sekitar satu pekan. Setelah seluruh perhitungan teknis selesai, pembangunan fisik akan segera dilaksanakan.
“Pengukuran dilakukan terlebih dahulu untuk memastikan spesifikasi teknis jembatan. Jika semua berjalan sesuai rencana, paling cepat dalam waktu satu minggu pekerjaan sudah bisa dieksekusi,” ujar Tri.
Menurutnya, tahapan pengukuran sangat penting agar konstruksi jembatan nantinya sesuai dengan kondisi lapangan dan dapat digunakan dengan aman oleh masyarakat.
Tri juga menjelaskan, pembangunan jembatan menggunakan dana pribadi dilakukan karena kondisi APBD Provinsi Sulawesi Tengah saat ini masih terdampak kebijakan efisiensi anggaran. Jika pembangunan harus melalui mekanisme penganggaran pemerintah, prosesnya diperkirakan akan membutuhkan waktu lebih lama.
Sementara itu, warga Desa Masungkang masih harus menghadapi risiko setiap hari ketika menyeberangi sungai. Anak-anak yang berangkat ke sekolah menjadi salah satu kelompok yang paling merasakan dampak dari belum tersedianya jembatan yang aman.
Karena alasan tersebut, Anwar Hafid memilih mengambil langkah cepat agar masyarakat tidak terus menunggu. Baginya, keselamatan warga menjadi kebutuhan yang harus segera dipenuhi.
“Tidak ada waktu lagi untuk saling menyalahkan. Yang terpenting saat ini adalah bagaimana ada yang peduli terhadap rakyatnya dan segera menghadirkan solusi atas persoalan yang mereka hadapi,” kata Tri saat menjelaskan semangat yang menjadi dasar keputusan Gubernur Anwar Hafid.




