Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si, menegaskan kekuatan utama dalam menjalankan amanah pemerintahan tidak semata-mata bertumpu pada kecakapan administrasi dan kemampuan teknokratis, melainkan juga pada kejernihan nurani serta keteguhan hati dalam setiap pengambilan keputusan. Penegasan tersebut disampaikan saat memberikan arahan pada hari ketiga Retret Kepala Dinas Lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah yang berlangsung di Masjid Raya Baitul Khairaat, Minggu (1/2/2026).
Gubernur Anwar Hafid mengapresiasi kesungguhan peserta yang tetap mengikuti rangkaian kegiatan retret hingga hari ketiga. Ia menilai, kehadiran penuh para pimpinan OPD menunjukkan komitmen untuk memperbaiki diri dan memperkuat integritas sebagai aparatur negara.
Menurutnya, retret ini bukan hanya agenda rutin atau formalitas pembinaan, melainkan ruang refleksi untuk menata kembali niat, sikap, dan tanggung jawab dalam mengemban jabatan publik. Ia berharap momentum tersebut dimanfaatkan secara optimal untuk memperdalam spiritualitas, menumbuhkan keikhlasan, serta memperkuat kesadaran moral dalam melayani masyarakat Sulawesi Tengah.
“Saya berharap kita semua betah sampai besok (Senin) subuh. Gunakan waktu ini untuk memperkuat nurani dan hati kita. Mudah-mudahan setelah kegiatan ini, kita menjadi dai-dai Allah,” ujar Gubernur Anwar Hafid di hadapan para peserta retret.
Ia menjelaskan, seorang pemimpin birokrasi tidak hanya dituntut mampu menyusun program, mengelola anggaran, dan mengejar target kinerja, tetapi juga harus memiliki hati yang bersih agar setiap kebijakan yang diambil tidak menyimpang dari nilai kebenaran dan keadilan. Kejernihan nurani, menurutnya, menjadi fondasi penting agar aparatur tidak mudah tergelincir pada praktik-praktik yang merugikan masyarakat.
Gubernur Anwar Hafid juga menyampaikan pandangannya, bahwa para pimpinan OPD sejatinya sedang dibina untuk menjadi aparatur yang membawa misi kebaikan di dalam sistem birokrasi. Ia menyebut proses pembinaan ini sebagai upaya membentuk “tim sukses Allah”, yakni pemimpin yang mampu menebarkan nilai kejujuran, keteladanan, serta akhlak mulia dalam setiap aspek pelayanan publik.
“Kita ini sedang dididik menjadi tim sukses Allah. Semakin banyak kita mengampanyekan Allah kepada manusia, tentu Allah akan senang kepada kita. Tapi sebelum itu, kita harus mengisi diri agar tidak salah dalam berkata dan bertindak,” tambahnya.









