Pernyataan tersebut menegaskan nilai-nilai religius tidak diposisikan terpisah dari tugas pemerintahan, melainkan menjadi pedoman moral dalam menjalankan roda birokrasi. Menurut Gubernur, aparatur yang memiliki kedalaman spiritual akan lebih berhati-hati dalam bersikap, lebih bijak dalam mengambil keputusan, serta lebih tulus dalam melayani masyarakat.
Retret Kepala Dinas Lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah ini diikuti oleh seluruh pimpinan OPD dan telah berlangsung sejak Jumat. Kegiatan tersebut dijadwalkan berakhir pada Senin dini hari. Selama tiga hari pelaksanaan, para peserta mengikuti agenda pembinaan intensif yang mencakup ibadah berjamaah, kajian keislaman, tausiyah, serta diskusi reflektif mengenai etika birokrasi dan tanggung jawab aparatur negara.
Selain itu, peserta juga diajak untuk melakukan perenungan terhadap peran strategis birokrasi dalam kehidupan masyarakat. Melalui diskusi-diskusi reflektif, para kepala dinas diharapkan mampu melihat jabatan bukan sekadar sebagai posisi struktural, tetapi sebagai amanah yang kelak akan dipertanggungjawabkan, baik di hadapan masyarakat maupun di hadapan Tuhan.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menilai kegiatan retret ini sebagai terobosan dalam pembinaan aparatur daerah. Pendekatan yang memadukan nilai-nilai religius, kearifan lokal, serta prinsip tata kelola pemerintahan modern diharapkan mampu melahirkan birokrasi yang tidak hanya profesional, tetapi juga berkarakter dan berintegritas.
Gubernur Anwar Hafid berharap, setelah mengikuti rangkaian kegiatan retret, para pimpinan OPD dapat membawa semangat perubahan ke dalam unit kerja masing-masing. Ia menggarisbawahi, perlunya konsistensi antara nilai yang diperoleh selama retret dengan praktik sehari-hari dalam menjalankan tugas pemerintahan.
Dengan pembinaan yang berkelanjutan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah optimistis dapat membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan berorientasi pada pelayanan terbaik bagi masyarakat. Retret ini diharapkan menjadi titik awal penguatan integritas aparatur, sehingga kehadiran pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat di Sulawesi Tengah. ***









