Masyarakat Indonesia saat ini tengah ramai dengan kejadian bunuh diri satu keluarga di sebuah perumahan Citra Garden Ekstension 1, Kalideres, Jakarta Barat pada Kamis, 10 November 2022 lalu.
Mereka yang berjumlah 4 orang sekeluarga itu adalah DG (69), RY (71), RN (68) dan DF (42).
Penyebab dari meninggalnya satu keluarga ini masih menjadi misterius. Beberapa pihak menyebut, meninggalnya satu kekuarga di Kalideres ini akibat kelaparan.
Itu didasarkan pada hasil pemeriksaan dokter yang menyebut bahwa lambung dari keempat jenazah itu kosong serta tidak ditemukannya makanan di rumah tempat kejadian.
Teranyar, peristiwa inipun dikaitkan dengan sebuah kepercayaan atau paham yang familiar disebut Apokaliptik. Lantas, apa itu paham Apokaliptik?
Mengutip Republika, pengertian Apokaliptik adalah, sebuah kepercayaan seseorang atau sekelompok orang untuk menghadapi kehancuran dunia atau hari kiamat. Persepsi tentang kiamat sebenarnya diajarkan oleh kepercayaan agama Abrahamik, yaitu Yudaisme, Kristen dan Islam. Tapi, menurut masing-masing agama itu, Kiamat baru akan terjadi dengan adanya suatu petunjuk besar atau tanda-tanda.
Sampai saat ini, tidak ada yang tahu pasti soal kapan terjadinya hari kiamat. Namun, sebagian besar kelompok yang berpemahaman Apokaliptik ini, mereka meyakini ramalan-ramalan diluar ajaran tiga agama tadi. Mereka ini juga biasa disebut orang-orang yang beraliran sesat.
Sebagai contoh, pada tahun 2012, itu didasarkan pada kepercayaan kalender Maya. Meski tidak ada kasus bunuh diri saat itu, momen ini menjadi referensi bagi sesama mereka penganut Apokaliptik.
Kemudian, Insiden di Springville, Utah, Amerika Serikat pada tahun 2014, saat itu, satu keluarga terdiri dari ayah, ibu dan tiga anaknya meninggal dunia terbaring di kamar tidur dengan tubuh mengeras, hal ini disebabkan bunuh diri orang tuanya karena tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh ketiga anaknya.
Hasil penyelidikan polisi menetapkan, bahwa korban meninggal karena menelan cairan kimia yang mengandung campuran obat kuat termasuk heroin dan metadon.
Selanjutnya, bunuh diri terkait keyakinan apokaliptik, cukup mengerikan, terjadi juga di Amerika Serikat pada 1997. Sebuah sekte apokaliptik bernama Heaven’s Gate, dipimpin oleh Marshall Applewhite, mengatur bunuh diri massal terbesar dalam sejarah AS, menewaskan 39 orang di satu rumah selama tiga hari dalam percobaan bunuh diri. Mereka tampaknya menunggu keyakinan apokaliptik mereka menjadi kenyataan, termasuk salah satu pemimpin sekte yang terbunuh, Applewhite.




