Di luar sektor pendidikan, pembahasan turut mencakup pemetaan potensi lebih dari 2.000 desa di Sulawesi Tengah. Pemerintah daerah ingin memastikan program pembangunan disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat, bukan hanya mengandalkan perencanaan dari tingkat pemerintahan.
Pemetaan melalui needs assessment atau penilaian kebutuhan masyarakat tersebut mencakup berbagai sektor, mulai dari pertanian, kelautan, sumber daya alam, hingga pariwisata.
Anwar mencontohkan potensi wisata dan kerajinan tenun sarung Donggala yang dapat dikembangkan melalui pendampingan masyarakat, peningkatan kualitas produk, serta promosi yang lebih luas.
Keterlibatan perguruan tinggi diharapkan dapat membantu masyarakat mengembangkan potensi yang dimiliki daerahnya menjadi kegiatan ekonomi produktif. Dengan begitu, pengembangan desa tidak berhenti pada pemetaan potensi, tetapi berlanjut pada upaya meningkatkan nilai produk dan membuka peluang ekonomi bagi warga.
Menurut Anwar, kajian langsung di lapangan diperlukan agar program yang dirancang pemerintah benar-benar sesuai dengan kondisi masyarakat.
“Sepanjang tidak ada tim ahli yang melakukan needs assessment kepada masyarakat, perencanaan kita berisiko tidak mencapai hasil yang diharapkan,” ujarnya.
Pembahasan kerja sama antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan MNC University selanjutnya akan dilakukan secara teknis bersama dinas terkait dan Bappeda. Agenda tersebut mencakup perumusan program percontohan, penentuan sasaran peserta, pembiayaan, serta mekanisme pelaksanaan. (Red)









