Skrol untuk membaca pos

Dari Puncak Grup A hingga Juara, Begini Jalan Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Muh. Rifai
Timnas Indonesia akhirnya mengangkat trofi FIFA ASEAN Cup 2026 setelah melewati pertandingan dramatis melawan Thailand. Garuda menang 4-2 lewat adu penalti setelah kedua tim bermain imbang 2-2 hingga 120 menit di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (5/10/2026). Foto: Creative Ai
A-AA+A++

Indonesia justru tampil tenang.

Kevin Diks menjadi penendang pertama dan sukses menjalankan tugasnya. Thailand membalas melalui Manuel Bihr.

Dean James kemudian mencetak gol untuk Indonesia. Waris Choolthong juga berhasil membuat skor kembali berimbang.

Penendang ketiga menjadi titik balik.

Elkan Baggott tidak melakukan kesalahan.

Sementara itu, Sarach Yooyen gagal karena tendangannya membentur mistar.

Indonesia berada di depan.

Shayne Pattynama kemudian maju sebagai eksekutor keempat. Tendangannya masuk dan tekanan beralih sepenuhnya kepada Thailand.

Nattapong Sayriya harus mencetak gol untuk menjaga peluang Thailand.

Tetapi Emil Audero membaca arah bola dengan tepat.

Tepis!

Selesai.

Indonesia menang 4-2 dalam adu penalti dan resmi menjadi juara FIFA ASEAN Cup 2026.

Bukan Hanya Trofi

Ada alasan mengapa kemenangan ini terasa berbeda.

Indonesia datang ke final dengan sejarah buruk ketika menghadapi Thailand di partai puncak. Dalam empat final sebelumnya di Piala Tiger/Piala AFF, Indonesia selalu gagal menjadi juara atas Thailand. Bahkan pada final Piala AFF 2002, Indonesia sempat bermain 2-2 tetapi kemudian kalah melalui adu penalti 2-4.

Kini, sejarah itu seperti dibalik.

Indonesia kembali menghadapi Thailand di final.

Kembali bermain sampai adu penalti.

Tetapi kali ini Garuda yang tersenyum.

Lebih besar lagi, kemenangan ini mengakhiri penantian 35 tahun tim nasional senior Indonesia untuk mengangkat trofi kompetisi. Gelar senior terakhir sebelumnya datang pada SEA Games 1991, ketika Indonesia juga mengalahkan Thailand lewat adu penalti.

Ada ironi yang indah di sana.

Tiga puluh lima tahun lalu, Indonesia mengalahkan Thailand lewat adu penalti untuk menjadi juara.

Kini, 35 tahun kemudian, Indonesia kembali mengalahkan Thailand lewat adu penalti untuk membuka sejarah baru.

Bedanya, kali ini panggungnya adalah FIFA ASEAN Cup.

Dan trofinya adalah trofi pertama dalam sejarah turnamen tersebut.

Mentalitas Jadi Pembeda

Kalau ada satu hal yang paling menonjol dari kemenangan Indonesia, jawabannya bukan soal penguasaan bola atau jumlah peluang.

Mentalitas.

Indonesia dua kali kehilangan keunggulan dan dua kali pula berada dalam situasi yang tidak ideal.