“Ini bisa kita manfaatkan. Mudah-mudahan ekspor kita semakin mudah,” kata Anwar.
Namun, kemudahan akses tersebut tetap harus dibarengi dengan kesiapan produk. Karena itu, Anwar meminta Badan Karantina Indonesia memberikan pendampingan kepada pelaku usaha, sekaligus memastikan produk yang dikirim memenuhi ketentuan negara tujuan.
“Peran Kepala Barantin sangat penting untuk memberikan kita begitu banyak kemudahan, tetapi tentu tetap selektif agar UMKM ini bisa semakin mendunia,” ujarnya.
Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Maman Abdurrahman turut mendorong agar dukungan pemerintah kepada UMKM dapat dirasakan langsung oleh pelaku usaha.
Menurut Maman, pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten/kota perlu mencari terobosan agar semakin banyak UMKM memperoleh kesempatan untuk berkembang.
“UMKM di tanah air harus merasakan bahwa ada kehadiran pemerintah, baik di pusat, provinsi maupun kabupaten/kota, dalam proses tumbuh kembangnya mereka,” ujar Maman.
Sinergi tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan deklarasi. Pendampingan, pemetaan komoditas, pemenuhan standar, akses pembiayaan, pengemasan, logistik hingga pemasaran menjadi tahapan yang perlu disiapkan agar produk daerah mampu bersaing di luar negeri.
Dengan potensi komoditas yang tersebar di berbagai daerah, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah kini mendorong agar setiap wilayah dapat mengembangkan keunggulannya masing-masing dan menghubungkannya dengan kebutuhan pasar internasional.
Anwar pun berharap langkah tersebut dapat membuka lebih banyak peluang bagi pelaku usaha lokal.
“Kita mau Sulawesi Tengah ini terkenal. Bukan cuma di nasional, tapi di internasional,” tegas Anwar. (Red)









