Skrol untuk membaca pos

FORMIT Galang Dana untuk Korban Gempa NTT

Muh. Rifai
Mahasiswa Forum Mahasiswa Indonesia Timur (FORMIT) menggalang dana untuk membantu masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) di sejumlah titik keramaian Kota Palu, Senin (17/8/2026). Foto: Istimewa
A-AA+A++

Forum Mahasiswa Indonesia Timur (FORMIT) menggelar penggalangan dana untuk membantu masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT). Aksi kemanusiaan tersebut berlangsung selama lima hari, mulai Minggu (16/8/2026) hingga Kamis (20/8/2026), di sejumlah titik keramaian Kota Palu.

Penggalangan dana dilakukan dua kali dalam sehari, yaitu mulai pukul 16.00 WITA dan dilanjutkan pukul 20.00 WITA hingga selesai. Para mahasiswa turun langsung ke lapangan untuk mengajak masyarakat Kota Palu ikut memberikan bantuan bagi warga NTT.

Ketua FORMIT, Athif Muhyiddin Hishad, mengatakan kegiatan tersebut dilakukan karena pihaknya prihatin dengan kondisi masyarakat NTT yang terdampak bencana.

Menurut Athif, mahasiswa FORMIT merasa memiliki kedekatan dengan masyarakat yang sedang menghadapi bencana. Hal itu juga berkaitan dengan pengalaman masyarakat Sulawesi Tengah saat mengalami bencana pada 2018.

“Yang melatar belakangi kami mengadakan penggalangan dana ini adalah melihat teman-teman kita, saudara-saudara kita sebangsa dan setanah air yang ada di NTT kami tergerak untuk melakukan aksi penggalangan tersebut mengingat kondisi bencana yang mereka alami sangat butuh daripada uluran tangan dari kita, masyarakat Kota Palu,” kata Athif.

Aksi penggalangan dana tersebut melibatkan mahasiswa yang tergabung dalam FORMIT. Sejumlah mahasiswa asal NTT dan daerah lain di Sulawesi Tengah juga ikut terlibat dalam kegiatan tersebut.

Athif menjelaskan, bantuan yang menjadi prioritas FORMIT adalah kebutuhan logistik. Selain itu, pihaknya juga membuka kemungkinan menerima pakaian layak pakai dari masyarakat.

Jika dana yang terkumpul mencukupi, FORMIT berencana menyalurkan bantuan secara langsung kepada masyarakat di NTT. Dalam prosesnya, FORMIT juga mempertimbangkan kerja sama dengan Dinas Sosial untuk membantu penyaluran bantuan.

“Bantuan seperti apa yang diprioritaskan, kita ingin menyalurkan bantuan logistik. Kalau semisal mencapai sebesar 50 ke atas, kita berencana bisa membawa bantuan itu secara langsung ke keluarga-keluarga kita di NTT,” ujarnya.

Untuk mengumpulkan donasi, mahasiswa FORMIT mendatangi sejumlah lokasi yang ramai dikunjungi masyarakat. Beberapa di antaranya adalah lampu merah, pasar, taman kota, dan lokasi keramaian lainnya di Kota Palu.