Skrol untuk membaca pos

#BringBack2016 Viral di 2026: Saat Internet Kembali ke Era yang Terasa Lebih “Sederhana”

Muh. Rifai
A-AA+A++

Snapchat dog filter kembali dipakai di banyak video. Bukan karena baru, tapi justru karena “jadulnya” itu yang bikin lucu.

Lalu ada Bottle Flip Challenge. Tantangan sederhana membalik botol sampai berdiri lagi ini muncul lagi dalam versi yang lebih modern, kadang digabung dengan editing cepat atau sound TikTok.

Meme “dabbing” juga ikut muncul lagi, tapi sekarang lebih sering dipakai dengan nada bercanda atau ironis. Bahkan ada yang sengaja bikin “cringe compilation” versi 2016.

Di sisi lain, lagu-lagu dari era itu seperti “Lush Life” – Zara Larsson juga ikut naik lagi di berbagai platform streaming. Bukan jadi chart nomor satu, tapi cukup sering muncul di video-video nostalgia.

TikTok dan Cara Internet Menghidupkan Masa Lalu

Kalau ada satu platform yang paling berperan dalam kebangkitan ini, jawabannya jelas TikTok.

Format video pendek di TikTok memang cocok banget untuk nostalgia. Orang bisa dengan cepat menunjukkan “dulu vs sekarang”, atau sekadar recreate suasana lama dalam 10–30 detik.

Yang menarik, banyak konten #BringBack2016 bukan dibuat dengan niat serius. Justru dibuat dengan gaya santai, bahkan kadang sengaja “jelek”. Kamera goyang, resolusi rendah, teks berlebihan—semua itu justru jadi bagian dari estetika.

Di titik ini, “buruk” malah jadi daya tarik.

Ada Rasa Capek dengan Internet yang Sekarang

Di balik semua tren ini, ada satu hal yang cukup terasa: banyak orang mulai capek dengan internet yang terlalu rapi.

Sekarang, hampir semua konten terasa seperti harus sempurna. Lighting harus bagus, editing harus clean, caption harus dipikirkan, bahkan postingan biasa pun sering punya tujuan tertentu.

Sementara 2016, di ingatan banyak orang, terasa lebih bebas. Orang bisa upload apa saja tanpa terlalu mikir apakah itu “layak viral” atau tidak.

Nostalgia ini mungkin bukan benar-benar soal tahun 2016, tapi soal rasa yang hilang di internet sekarang.

Gen Z dan Cara Baru Melihat “Masa Lalu”

Menariknya, banyak yang ikut tren ini justru Gen Z yang saat itu mungkin masih lebih muda di 2016.