Ganda campuran Indonesia, Adnan Maulana dan Indah Cahya Sari Jamil, sukses mengawali langkah mereka di Polytron Indonesia Open 2026 dengan kemenangan atas pasangan Prancis, Julien Maio dan Lea Palermo, dalam pertandingan babak pertama yang berlangsung sengit. Adnan/Indah menang dengan skor 14-21, 21-19, 21-11 setelah bangkit dari kekalahan pada gim pembuka.

Pasangan Indonesia tampil kurang maksimal pada gim pertama. Mereka kesulitan mengembangkan permainan dan terus tertinggal dalam perolehan poin. Strategi lawan yang mempercepat tempo permainan terbukti efektif mengganggu ritme Adnan/Indah sehingga pasangan Prancis mampu mengamankan gim pertama dengan skor 21-14.

Memasuki gim kedua, pertandingan berlangsung jauh lebih ketat. Adnan/Indah sempat memegang kendali permainan dan unggul cukup jauh dengan skor 19-12. Namun, Maio/Palermo berhasil memberikan tekanan dan memangkas ketertinggalan hingga hanya terpaut satu angka pada kedudukan 20-19.

Dalam situasi krusial tersebut, Adnan/Indah mampu menjaga fokus dan meningkatkan agresivitas serangan. Tekanan bertubi-tubi yang mereka lancarkan ke area pertahanan lawan akhirnya membuahkan hasil dan memastikan kemenangan pada gim kedua dengan skor tipis 21-19.

Momentum tersebut berlanjut pada gim penentuan. Adnan/Indah tampil lebih tenang dan percaya diri. Mereka mendominasi jalannya pertandingan sejak awal hingga akhir gim ketiga. Pasangan Indonesia tidak memberikan banyak ruang bagi lawan untuk mengembangkan permainan dan menutup laga dengan kemenangan meyakinkan 21-11.

“Alhamdulillah bisa menang melewati babak pertama. Dari segi permainan, di game pertama kami merasa kurang tenang, terlalu terburu-buru. Kami mencoba lagi di game kedua, dan game ketiganya lebih tenang lagi,” ujar Adnan mengutip laman PBSI.

Pasangan yang sebelumnya berhasil menjuarai Thailand Masters 2026 itu mengakui bahwa pergerakan lawan menjadi salah satu faktor yang membuat mereka kesulitan pada awal pertandingan.

“Kami terganggu dengan pergerakan lawan, di game kedua kami lebih mengantisipasi hal ini dan mencoba untuk lebih tenang. Kami mencoba mengecoh lawan dengan memberikan bola yang sulit mereka jangkau,” kata Indah.

Menurut keduanya, komunikasi dan dukungan satu sama lain menjadi kunci untuk bangkit setelah kehilangan gim pertama. Mereka berusaha menjaga mental tetap stabil dan fokus menjalankan strategi yang telah disiapkan.

“Waktu kalah di game pertama itu kami saling support dan saling mengingatkan,” ujar Adnan.

Kemenangan ini membawa Adnan/Indah melangkah ke babak kedua. Namun, tantangan yang menanti dipastikan tidak mudah. Pasangan Indonesia akan menghadapi unggulan pertama asal China, Feng Yan Zhe dan Huang Dong Ping.

Pertemuan tersebut akan menjadi duel perdana bagi kedua pasangan. Meski menghadapi lawan yang berstatus unggulan teratas, Adnan/Indah memilih untuk fokus pada permainan sendiri dan berusaha memberikan penampilan terbaik.

“Kalau saya sendiri merasa lebih nothing to lose saja, tapi tetap keluarkan kemampuan kami aja. Kalau soal usaha, pasti kami berusaha,” imbuh Indah.

Adnan menegaskan bahwa dirinya dan Indah akan mempersiapkan diri lebih baik untuk menghadapi laga berikutnya. Mereka ingin menjalani setiap pertandingan secara bertahap sambil terus meningkatkan performa.

“Melawan Feng/Huang, kami harus lebih siap lagi. Kami mau fokus step by step dan tampil maksimal di setiap pertandingan,” pungkas Adnan.

Selain Adnan/Indah, Indonesia masih memiliki tiga pasangan ganda campuran yang dijadwalkan tampil pada babak pertama Indonesia Open 2026 hari ini. Mereka adalah Dejan Ferdinansyah/Bernadine Anindya Wardana, Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah, serta Bobby Setiabudi/Melati Daeva Oktavianti yang akan berjuang untuk mengikuti jejak Adnan/Indah ke babak berikutnya. (Red)