Pilihan terakhir adalah model Pharaoh yang mengambil inspirasi dari artefak Mesir kuno. Perangkat ini memadukan kulit buaya biru dengan aksen emas 24 karat serta pola telapak tangan bergaya Art Deco.
Selain desain ponsel, setiap pembelian juga disertai kemasan eksklusif khas Caviar. Paket tersebut mencakup kotak premium, kunci simbolik perusahaan, dan koin berlapis emas.
Caviar menyebut setiap desain hanya diproduksi sebanyak 18 unit. Jumlah tersebut disesuaikan dengan nama seri iPhone 18 yang akan menjadi basis perangkat modifikasi mereka.
Harga koleksi Royal Colors berada di level sangat premium. Model Black Prince dan Pharaoh dijual mulai US$10.060 atau sekitar Rp168 juta. Sementara model King dibanderol US$10.200 dan Imperator menjadi yang termahal dengan harga US$10.340.
Langkah Caviar membuka pre-order sebelum perangkat resmi diumumkan bukan hal baru. Perusahaan itu sebelumnya juga meluncurkan berbagai versi modifikasi iPhone generasi terbaru dengan desain mewah dan jumlah produksi terbatas.
Beberapa waktu lalu, Caviar memperkenalkan koleksi iPhone 17 Pro berlapis emas merah muda dan berlian. Mereka juga sempat merilis iPhone 17 Pro senilai US$10.000 yang menggunakan motherboard asli iPhone 2G sebagai bagian dekoratif di dalam bodinya.
Strategi tersebut membuat Caviar menjadi salah satu merek yang menyasar kolektor dan pasar ultra-premium. Produk-produknya tidak hanya diposisikan sebagai perangkat teknologi, tetapi juga barang koleksi dan simbol status.
Hingga saat ini, Apple sendiri belum memberikan informasi resmi mengenai desain maupun spesifikasi iPhone 18 Pro. Namun, kehadiran koleksi Royal Colors menunjukkan tingginya minat pasar terhadap perangkat premium yang dipadukan dengan unsur fesyen dan kemewahan. (Red)









