Pelatih ONO Shingi juga memasukkan beberapa pemain dari akademi Nagoya Grampus seperti SHIRAOGAWA Rekuto dan TSUNEYOSHI Ryoma. Kehadiran mereka dinilai dapat menambah keseimbangan permainan Jepang, khususnya dalam membangun serangan dari lini tengah.
Untuk sektor penyerangan, Jepang mengandalkan SAITO Kakeru dari Yokohama FC Youth dan TAKAKI Eito dari Kashima Antlers Youth. Kedua pemain tersebut tampil cukup produktif di kompetisi usia muda Jepang musim ini dan diharapkan mampu memberikan kontribusi gol selama turnamen berlangsung.
Selain pemain utama, Jepang turut membawa sejumlah mitra latihan guna membantu persiapan tim. TAKEHARA Reon dari Gamba Osaka Youth, ASADA Ren dari Vissel Kobe U-18, dan NAKAYAMA Syuto dari Yokohama F.Marinos Youth dijadwalkan hanya mengikuti aktivitas domestik hingga 25 April.
Sementara itu, SHINDO Arata dari Kashiwa Reysol U-18 dan SEGA Yujin dari FC Tokyo U-18 tetap bersama skuad hingga pertandingan pertama fase grup pada 5 Mei. Namun, SHINDO akhirnya harus meninggalkan tim karena mengalami cedera.
Sebagai pengganti, staf pelatih memanggil Haru TSUSHIMA dari Kawasaki Frontale U-18 untuk bergabung dalam sesi latihan. Pergantian tersebut dilakukan agar program latihan tetap berjalan maksimal menjelang keberangkatan ke Arab Saudi.
Pelatih kepala ONO Shingi mengatakan turnamen ini menjadi kesempatan penting bagi para pemain muda Jepang untuk mendapatkan pengalaman internasional. Ia berharap skuad yang dibawanya mampu tampil disiplin dan menunjukkan karakter permainan khas Jepang yang mengutamakan kerja sama tim dan teknik bermain cepat.
“Kami memiliki pemain-pemain dengan kualitas teknik yang baik dan semangat tinggi. Turnamen ini penting untuk perkembangan mereka,” ujar ONO Shingi dalam keterangan resmi federasi.
Jepang selama ini dikenal sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola usia muda di Asia. Pembinaan pemain muda yang konsisten membuat mereka rutin tampil kompetitif di berbagai turnamen AFC dan dunia.
Beberapa pemain jebolan tim junior Jepang bahkan berhasil berkembang menjadi pemain tim nasional senior dan tampil di kompetisi Eropa. Karena itu, Piala Asia U-17 2026 juga dianggap sebagai panggung penting bagi para pemain muda untuk menunjukkan kemampuan mereka.






