Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi SAR resmi diusulkan untuk ditutup setelah dilakukan debriefing dan evaluasi pada pukul 13.10 WIB. Seluruh unsur SAR yang terlibat kemudian kembali ke kesatuan masing-masing setelah memastikan tidak ada lagi korban yang tertinggal di lokasi kejadian.
Operasi pencarian dan evakuasi tersebut melibatkan banyak unsur, mulai dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, Damkar, Tagana, unsur kesehatan, relawan, pemerintah desa, hingga masyarakat setempat. Kerja sama lintas instansi itu dinilai membantu mempercepat proses pencarian korban di tengah kondisi medan yang cukup berat.
Bencana tanah longsor di kawasan Curug Cileat menjadi perhatian masyarakat setempat karena lokasi tersebut dikenal sebagai kawasan wisata alam yang berada di wilayah perbukitan. Intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa waktu terakhir diduga menjadi salah satu faktor pemicu terjadinya longsor di area tersebut.
Pemerintah daerah bersama aparat terkait diharapkan terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam, terutama di wilayah rawan longsor saat musim hujan. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk lebih berhati-hati ketika beraktivitas di kawasan perbukitan maupun lokasi wisata alam yang berpotensi mengalami pergerakan tanah.
Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban dan warga sekitar. Kehadiran Tim SAR Gabungan serta dukungan masyarakat selama proses pencarian mendapat apresiasi karena seluruh korban akhirnya berhasil ditemukan dan dievakuasi dengan baik. ***
Sumber: SAR NAsional







