Chemistry antara El dan Syifa juga terlihat jelas tanpa perlu ditampilkan secara berlebihan. Cara mereka saling memandang, berdiri berdampingan, hingga menjalani prosesi bersama menunjukkan kedekatan yang terasa alami. Tidak ada upaya untuk terlihat “sempurna”, justru ketulusan itu yang membuatnya terasa berbeda.
Respons publik pun banyak yang merasa “terhubung” dengan momen ini. Bukan karena kemewahan atau kemegahan, tetapi karena suasana yang terasa nyata. Banyak yang melihat siraman ini sebagai gambaran bahwa acara sakral tidak selalu harus besar untuk bisa meninggalkan kesan.
Pada akhirnya, siraman El Rumi dan Syifa Hadju bukan hanya tentang tradisi yang dijalankan, tetapi tentang bagaimana sebuah momen bisa terasa dekat dengan banyak orang. Di tengah berbagai acara besar yang sering terlihat, pendekatan yang sederhana dan hangat seperti ini justru meninggalkan kesan yang lebih lama. (Rfi)









