Skrol untuk membaca pos

Sulteng–Sichuan Jajaki Sister Province Industri Pertanian

Muh. Rifai
A-AA+A++

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menjajaki kerja sama strategis sister province dengan Provinsi Sichuan, Tiongkok, melalui pertemuan Gubernur Anwar Hafid dan Wakil Gubernur Reny A. Lamadjido bersama delegasi Chengtu Huishi Technology Co., Ltd. pada Sabtu (21/2/2026) di Ruang Rapat Polibu.

Kerja sama difokuskan pada pengembangan kawasan industri berbasis pertanian dan perkebunan, penguatan rantai pasok, serta peningkatan nilai tambah komoditas unggulan seperti durian, kakao, dan kopi untuk ekspor langsung ke pasar Tiongkok.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Ketua KADIN Kabupaten Parigi Moutong, Faradiba M. Zaenong. Delegasi dari Sichuan dipimpin Zheng Shan-shan, Deputy General Manager dari perusahaan milik daerah di provinsi tersebut. Kehadiran rombongan ini menjadi bagian dari penjajakan kerja sama jangka panjang di sektor industri pengolahan berbasis komoditas pertanian.

Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menyampaikan, kerja sama ini dibangun dalam kerangka kolaborasi dua negara dan dua provinsi melalui pengembangan kawasan industri yang saling terhubung. Menurutnya, penguatan hubungan kelembagaan antarprovinsi akan menjadi fondasi menuju kerja sama sister province yang berkelanjutan.

“Kita ingin mendorong industrialisasi hasil-hasil pertanian kita, salah satunya durian, agar memberi nilai tambah dan pertumbuhan ekonomi. Harapannya, di sini ada kawasan industri, di sana juga ada kawasan industri, sehingga dua provinsi ini bisa tumbuh bersama sebagai sister province,” ujar Gubernur.

Ia menjelaskan, keberadaan kawasan industri di Sulawesi Tengah yang terintegrasi dengan kawasan industri di Sichuan akan membuka peluang investasi yang lebih luas, termasuk transfer teknologi dan penguatan sistem logistik. Pemerintah Provinsi melihat potensi besar pada komoditas durian, kakao, dan kopi yang selama ini menjadi unggulan daerah.

Sulawesi Tengah dinilai memiliki posisi strategis sebagai jalur pengiriman langsung dari kawasan Pantura menuju Tiongkok. Dengan dukungan infrastruktur pelabuhan dan konektivitas yang terus dikembangkan, provinsi ini berpeluang menjadi simpul ekspor komoditas pertanian dari kawasan timur Indonesia.

Salah satu rencana investasi yang dibahas adalah pembangunan fasilitas cold storage oleh mitra dari Sichuan. Fasilitas tersebut direncanakan untuk mendukung penyimpanan dan distribusi komoditas segar sebelum diproses atau diekspor. Pemerintah daerah menilai fasilitas ini dapat dikembangkan di kawasan industri yang telah tersedia, seperti Kawasan Industri Palu dan Kawasan Industri Siniu yang diarahkan sebagai kawasan industri hijau.