Skrol untuk membaca pos

Keluarga Indonesia Dianggap “Tidak Baik-Baik Saja”, Sekretaris Komisi IV DPRD Sulteng Tekankan Peran PKK

Muh. Rifai
Sekretaris Komisi IV DPRD Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) Hj Wiwik Ajimatul Rogi’ah, S.Ag, MH saat mewakili Ketua DPRD Sulteng pada pembukaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2025 di Ballroom Hotel Santika, Rabu, 19 November 2025. Foto: istimewa
A-AA+A++

Dalam penyampaian materinya, Rahmania Lufitasari menjelaskan secara rinci mengenai tugas, fungsi, dan program kerja PKK yang langsung bersentuhan dengan kehidupan keluarga dan masyarakat. Ia menerangkan bahwa PKK merupakan organisasi yang memiliki jaringan hingga tingkat desa dan kelurahan sehingga dapat menjangkau berbagai lapisan masyarakat. Menurutnya, peran PKK menjadi semakin strategis ketika berbagai persoalan sosial, termasuk kekerasan terhadap anak, kurangnya pemahaman kesehatan keluarga, hingga lemahnya perhatian pendidikan dalam rumah tangga, mulai mencuat di berbagai daerah. Rahmania menegaskan bahwa program PKK harus terus menyesuaikan dengan perkembangan zaman agar dapat menjawab kebutuhan masyarakat secara efektif.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Komisi IV DPRD Sulteng kembali mengingatkan pentingnya sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, serta PKK. Ia menilai bahwa ketiga unsur tersebut memiliki peran saling melengkapi dalam memperkuat ketahanan keluarga di tengah perubahan sosial yang cepat. Ia berharap agar koordinasi lintas sektor dapat memberikan hasil nyata, terutama dalam menekan angka perundungan di sekolah dan mempersiapkan generasi muda menghadapi Indonesia Emas 2045. Menurutnya, keluarga yang kuat adalah kunci bagi masa depan bangsa yang lebih baik.

Setelah acara pembukaan Rakerda, Wiwik yang pernah menjadi calon Wakil Wali Kota Palu itu menyempatkan diri mengunjungi berbagai stan UMKM yang ditampilkan oleh ibu-ibu PKK dari seluruh kabupaten dan kota di sekitar area Ballroom Hotel Santika. Stan-stan tersebut menampilkan beragam produk rumahan, mulai dari kerajinan tangan, makanan olahan, madu lokal, hingga berbagai produk kreatif lainnya. Kehadiran UMKM dalam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa PKK tidak hanya fokus pada program sosial, tetapi juga pada pemberdayaan ekonomi keluarga.

Wiwik terlihat antusias saat berkeliling dan membeli berbagai produk dari setiap stan yang ia datangi. Ia mengatakan bahwa upaya membeli produk UMKM merupakan bentuk dukungan terhadap kreativitas dan kemandirian ekonomi masyarakat, terutama perempuan yang terlibat dalam kegiatan PKK.

“Alhamdulillah bisa borong sedikit-sedikit,” ujarnya sambil menunjukkan beberapa kantong berisi produk seperti tas buatan tangan, kacang-kacangan, madu, dan sejumlah produk lokal lainnya.

Berita Lainnya

Moratorium DOB Belum Dibuka, DPRD Sulteng Perjuangkan Aspirasi Pemekaran
Ranperda Bantuan Hukum Disiapkan, DPRD Sulteng Kaji Kebutuhan Masyarakat
DPRD Sulteng Dorong Aturan Berani Sehat Lebih Jelas
Sri Indraningsih Bawa Perspektif Sulteng dalam Rakor Propemperda 2027
RAPBD Sulteng 2027 Fokus Pendidikan, Kesehatan dan Ekonomi
Panitia MHA Sulteng Dikukuhkan, DPRD Dorong Penguatan Kelembagaan