Refocusing Anggaran, Belanja Non-Prioritas Dihold
Untuk mengoptimalkan anggaran, gubernur meminta penyortiran pos-pos belanja yang tidak mendesak, agar dana dapat dialihkan ke program prioritas yang berdampak nyata bagi masyarakat.
Ia menegaskan bahwa setiap rupiah dalam APBD harus digunakan secara efisien, terutama dalam kondisi efisiensi anggaran saat ini.
“Tidak ada alasan untuk mempertahankan anggaran yang tidak memberikan manfaat besar. Kita akan fokus pada apa yang benar-benar dibutuhkan rakyat,” pungkasnya.
Dukungan Pemerintah dan Sinergi OPD
Rapat ini turut dihadiri oleh Wakil Gubernur dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes, Sekprov Dra. Novalina, M.M., serta Asisten Perekonomian dan Pembangunan merangkap Plt Kepala BPKAD Dr. Rudi Dewanto, S.E., M.M.
Dengan pendekatan anggaran berbasis hasil, Gubernur Anwar Hafid optimistis bahwa program BERANI dapat berjalan dengan baik, memberikan perubahan nyata bagi konektivitas wilayah, kesejahteraan masyarakat, serta efektivitas pembangunan di Sulawesi Tengah.***







