Dari hanya Rp900 miliar, PAD Sulteng berhasil meningkat hingga Rp2,2 triliun, yang kini menjadi modal utama untuk menjalankan berbagai program pembangunan.
“Kami menghargai jasa-jasa Pak Cudy dalam mendongkrak PAD, karena kalau tidak ada itu pasti kami kerepotan,” ucapnya memberi penghormatan kepada pendahulunya.
BACA JUGA:
Baterai Baru, Energi Baru untuk Sulawesi Tengah
Pelantikan Anwar Hafid dan Reny Lamadjido bukan sekadar pergantian kepemimpinan, tetapi juga awal dari semangat baru untuk mendorong Sulawesi Tengah menjadi lebih maju dan mandiri.
Dengan “baterai baru” yang kini terpasang, harapannya Sulawesi Tengah bisa terus menyala dengan pembangunan yang lebih progresif, inklusif, dan berkelanjutan.***









