JAKARTA – Tabung gas 3 kilogram meledak di dalam WC umum, di Kampung Melayu, Jatinegara, Jaktim, Sabtu (28/4) pagi. Delapan orang yang sedang mencuci, mandi dan BAB mengalami luka bakar.
Peristiwa terjadi di MCK umum di Kampung Pulo Kampung Melayu, Jatinegara, Jaktim, sekitar pukul 08:00. Saat itu sejumlah warga ada yang sedang mencuci, mandi, ada juga yang sedang buang air besar (BAB).
Nurhayati, 52, saksi, mengatakan ia saat itu ia berada tak jauh dari toilet. Sebelum kejadian ia melihat Amin, 43, warga, berlari menenteng sebuah tabung gas sambil menutupi lubang tabung. “Gas bocor itu dibawa ke kamar mandi lalu direndam,” cerita Nurhayati.
Duaarrr…. tiba-tiba terdengar ledakan keras dari kamar mandi, disusul teriakan minta tolong sejumlah warga. “Pokoknya saya dengar 2 kali ledakan, terus keluar api warna-warni merah ijo nyembur keluar, sampai atap kamar mandi jebol,” imbuh dia.
Nurhayati melihat Pak Endang, penjaga MCK, berjalan terhuyung dan baju yang pakainya gosong. Setelah itu disusul Deddy dan Imam keluar dari kamar mandi. Kondisinya mengalami luka bakar cukup parah.
Korban lainnya, Cici, 60, dan Ratu, 5, yang saat itu tengah mencuci daging juga merintih kesakitan. Tiga warga lainnya: Hera, Puji, dan Sarmidi, juga melepuh.
“Anak saya berusia 18 tahun ada di kamar mandi, untungnya dia nggak jadi korban,” kata ibu dua anak ini.
Nurhayati menduga ada warga yang merokok di kamar mandi. Saat itu bau gas menyengat dan menyebar. “Ada yang bilang gara-gara bakar rokok, cuma belum tahu juga apa penyebab pastinya,” tukas Nur.
Ditemui secara terpisah, Ida pemilik tabung gas mengatakan, gas melon itu baru saja ia beli. “Karena saya nggak bisa pasang, saya minta tolong. Waktu dipasang nggak tahunya bocor,” ujarnya.
Amir yang kala itu memasang gas, membawa tabung itu ke MCK umum. “Saya nggak tahu kenapa jadi seperti ini ceritanya,” ucap Ida.
Kapolsek Jatinegara, Kompol Supandi mengatakan, dua saksi sudah dimintai keterangan. Sedangkan korban ledakan mengalami luka bakar antara 20 persen hingga 80 persen. ‘Penyebab pasti ledakan masih kami selidiki,” kata Supandi. Source: Poskota
[related-content]

