Di Sulawesi Tengah, nama Abdul Rachmansyah Ismail menuai keingintahuan luas masyarakat, khususnya di Morowali yang saat ini menjabat sebagai Pj Bupati. Alasan ketertarikan tersebut terletak pada spekulasi potensi pencalonannya pada Pilkada 2024 mendatang. Terlepas dari rumor yang beredar, Rachmansyah belum memberikan pernyataan resmi terkait keikutsertaannya dalam pemilu.
“Apakah kedepan ikut dalam kontestasi Pemilihan Kepala Daerah periode 2024-2029, ataukah kembali menjabat sebagai kepala Dinas ESDM Propinsi Sulawesi tengah? Itu yang belum ada pernyataan resmi dari beliau, makanya kita penasaran,” kata Khidir yang mengaku warga Bungku.
Menurutnya, yang menjadi tanda tanya masyarakat jika Ramansyah Ismail mencalonkan diri ikut bertarung dalam pilkada mendatang, tentu sudah menyatakan sikap dihadapan masyarakat secara langsung.
Namun sampai saat ini belum ada ungkapan langsung Rachmansyah kepada masyarakat bahwa dirinya ingin mencalonkan diri. Dan yang ada masih sebatas rumor dan informasi dari warga yang memberi medukungan.
“Nah jika Rahmansyah tidak mencalonkan diri atau dicalonkan oleh partai-partai politik mengapa sejumlah baliho yang bertagline Temponomo terpajang di sejumlah tempat di wilayah Morowali,” ungkap Khidir.
Ditempat terpisah Sanusi H Ali. Warga Baho Tobungku, menyatakan, bila warga merasa penasaran terhadap Rachmansyah Ismail itu wajar, karena Rachmansyah pantas menjadi pemimpin di kamung kelahirannya. Hal itu dapat dilihat dan didengar kan langsung ditengah – tengah masyarakat Morowali.
“Hampir disemua desa warga rata-rata menyanjung semangat dan kepedulian, tanggap dan respon cepat Rachamansyah terhadap keluhan warga. Selama mengembang tugas dari Gubernur sulteng H.Rusdy Mastura melalui surat keputusan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian sebagai Pj bupati morowali kinerja Rachamansyah sangat membanggakan. Jadi tidak ada salahnya bila masyarakat penasaran terhadap Rahmansyah apakah ikut dalam bertarung pada pilkada mendatang,”ujarnya.
Kata dia rasa penasaran masyarakat sangat beralasan dan kuat dapat menjadi referensi masyarakat kedepan. Bayangkan hanya dalam tempo 8 bulan berjalan telah mampu melaksanakan fungsi tugas mengukir prestasi.
“Itulah salah satu bukti bahwa bukan hanya konsep atau argumen semata yang dicanakan melaksanakan seluruh item program pemerintah. Namun turun kemasyarakat langsung memberikan bukti atas keluhan dan harapan masyarakat maupun pemerintah desa yang mengusulkan setiap maksud dari kebutuhan itu,” tuturnya.







