Wawan kembali ke Ahmad Dhani dkk dan membawa serta Ari Lasso sebagai vokalis baru. Nama Down Beat pun berubah kembali menjadi nama Dewa. Kembalinya Wawan adalah titik balik yang sangat penting.
Saat itu, Dewa kemudian mencampuradukkan berbagai genre musik menjadi satu seperti pop, rock, dan jazz. Hal ini merupakan inovasi baru yang justru menarik para penikmat musik tanah air untuk melirik matanya kepada Dewa.
Album-album Pertama Dewa 19
Album 19
Pada tahun 1992 sampai 1994, Dewa menyelesaikan album perdananya. Album perdana Dewa tidak terlepas dari peran seorang kawan dari Wawan. Ia menginvestasikan uang sebesar Rp10 juta untuk memodali teman-temannya agar bisa membuat master rekaman pertama mereka. Dewa menyelesaikan album pertama mereka di Jakarta.
Setelah melakukan rekaman, Dhani berusaha mencari label rekaman yang bersedia mengorbitkan mereka. Akhirnya, master rekaman Dewa diminati oleh Jan Djuhana dari Team Records yang juga pernah mengorbitkan KLa Project.
Album pertama Dewa rilis pada tahun 1992. Album tersebut berjudul 19, karena rata-rata usia mereka saat itu adalah 19 tahun. Nama album itulah yang kemudian menjadi identitas baru dari Dewa, sehingga dipakai untuk nama band yaitu Dewa 19.
Album perdana Dewa 19 meledak, hingga akhirnya Team Record yang merupakan perusahaan label kecil meminta Aquarius Musikindo untuk mengambil alih produksi dari album Dewa 19.
Di album pertamanya inilah kemudian melahirkan lagu yang masih sangat terkenal sampai sekarang yaitu Kangen dan Kita Tidak Sedang Bercinta Lagi. Dari album pertama tersebut, Dewa berhasil menyabet penghargaan BASF Awards 1993.
Album Format Masa Depan
Satu tahun kemudian, pada tahun 1994, Dewa 19 merilis album keduanya yang berjudul Format Masa Depan. Di tengah pembuatan album kedua mereka, drummer Dewa 19, Wawan memutuskan untuk keluar dari band.
Ia digantikan sementara oleh Ronald Fristianto (Gigi) dan Rere Reza (Grass Rock). Di album kedua ini, muncul lagu-lagu populer seperti Aku Milikmu, Tak Kan Ada Cinta yang Lain, Mahameru, dan lain sebagainya.







